Solo-Jateng Optimistis Tuan Rumah HPN 2018

Solo-Jateng Optimistis Tuan Rumah HPN 2018

35

 

 

MENINJAU SANGIRAN-Tim Verifikasi HPN 2018 Muhammad Ihsan dan Teguh Santosa meninjau destinasi wisata di Museum Manusia Purba di Sangiran. Setelah itu Teguh dan Ihsan berfoto bersama dengan anak-anak pengunjung museum.

 

SOLO-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta bersama PWI Jateng tetap optimistis menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang akan ditetapkan Selasa, 21 Maret 2017 di Jakarta.

Sebelumnya, Tim Verifikasi HPN 2018, Muhammad Ihsan dan Teguh Santosa meninjau langsung persiapan di Kota Solo. Pengurus PWI Pusat itu, sempat berdiskusi dengan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di Lodji Gandrung ditemani sejumlah pengurus. Di antaranya Ketua PWI Jateng, Amir Machmud dan Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul. “Kami (PWI Solo dan Jateng) optimistis Solo tetap diperhitungkan, dan bisa jadi alternatif tuan rumah HPN 2018,” terang Ketua PWI Surakarta, Anas, Senin (20/3).

Dia menambahkan, banyak aspek, kenapa Solo dan Jateng. Menurut dia, usia PWI pada 2018 masuk 72 tahun, atau 9 windu sehingga menjadi momentum penting untuk melihat kesejarahan PWI pertama kali dibentuk di Solo. Lalu tahun 2018 juga bersamaan dengan 1 abad gedung Sasana Soeka yang sekarang jadi Monumen Pers Nasional (MPN). Di gedung inilah para tokoh pers di masa perjuangan membentuk  PWI tahun 1946.

Baca Juga :  Sebulan Jelang Idul Adha, Permintaan Hewan Kurban Masih Sepi

Lalu, koran berbahasa daerah pertama (Bromartani) dan perusahaan percetakan pertama (Lokananta) lahir di Solo. “Jadi seperti Napak tilas kesejarahan pers Indonesia. Ini tepat, di tengah makin banyaknya wartawan yang kurang memahami sejarahnya sendiri. Termasuk sejarah HPN,” ungkap dia.

Ketua PWI Jateng, Amir Machmud menambahkan, pihaknya mendorong terselanggaranya HPN 2018 di Solo dan Jateng. Menurut dia, tidak hanya fasilitas yang memadai. Tetapi juga sumber daya manusia (SDM) cukup mendukung. Bahkan, akan banyak manfaat untuk masyarakat.

Di antaranya mengerek perekonomian, keterbukaan informasi, peneguhan kembali sejarah hari pers, hingga branding kota. Karena nantinya bandara, stasiun, pasar oleh-oleh, perhotelan, UMKM, hingga tempat wisata juga akan ikut terdampak. “Kami terus mengawal, semoga pusat menetapkan Solo dan Jateng jadi tuan rumah tahun depan,” harap dia.

Baca Juga :  Sudirman Said Mulai Dekati Masyarakat Solo, Ada Apa Ya ?

Selain bertemu kepala daerah dan meninjau venue seperti ruang pertemuan dan hotel, Tim Verifikasi HPN 2018 Muhamad Ihsan dan Teguh Santosa juga melihat salah destinasi wisata di Situs Manusia Purba Sangiran di Sragen, Keraton dan lainnya.

Menurut Ihsan, secara detail fasilitas, infrastruktur dan pendukung di Solo dan Jateng sangat memadai. Namun keputusan ada saat rapat pleno penetapan tuan rumah Selasa, 21 Maret 2017 di Jakarta. “Ada kandidat lain seperti Sumbar dan Sumut. Memang selama 7 tahun ini di daerah timur Indonesia. Makanya kami mengecek di daerah Jawa,” ungkapnya. (W Purwanto)

BAGIKAN