JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Sritex Terima Kembali Pekerjanya yang Difabel

Sritex Terima Kembali Pekerjanya yang Difabel

106
BAGIKAN
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
KEMBALI BEKERJA- Tri Marjanto (mengenakan kruk) didampingi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Irum Ismantara (tengah) dan Vice President Director PT Sritex Tbk Iwan Kurniawan Lukminto (dua dari kanan) saat prosesi penyerahan untuk bekerja kembali di Gedung Serbaguna, PT Sritex Tbk, Senin (20/3/2017).

Tri Marjanto (27) karyawan Pabrik PT Sritex ini mengalami kecelakaan saat hendak pulang ke rumahnya yang berada di wilayah Delanggu, Klaten, Juni 2016 silam. Akibat kejadian tersebut, kaki kirinya pun diamputasi.

Namun, nasib baik tetap berpihak padanya yang bekerja sebagai mekanik garmen. Lantaran dengan bantuan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan kaki palsu, ia kini bisa beraktivitas kembali. Bahkan mulai kemarin (20/3), ia pun juga telah aktif bekerja di Pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Ditemui di Gedung Serbaguna, PT Sritex, Tri mengaku semua pembiayaan mulai dari perawatan, rehabilitasi, fisioterapi hingga kaki palsu ia terima dari BPJS Ketenagakerjaan. “Saya bersyukur bisa diterima kembali oleh PT Sritex meskipun dengan kekurangan yang saya miliki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Irum Ismantara mengatakan Tri adalah salah satu pekerja yang termasuk dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Return to Work (RTW). Yakni, adalah program mempekerjakan kembali karyawan yang memiliki kecacatan atau dalam kecelakaan kerja.

“Kecelakaan kerja itu bukan hanya kecelakaan di saat bekerja. Namun juga saat dalam perjalanan pulang maupun berangkat ke tempat kerja itu juga termasuk,” ungkapnya.

General Manager (GM) HRD PT Sritex Dadang Setiawan kebijakan RTW tersebut telah dilakukan oleh pihak Sritex selama bertahun-tahun. Ia berkata hal tersebut untuk mematuhi peraturan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat memberdayakan kembali karyawan yang telah mengalami kecelakaan kerja.

“Baik cacat ringan atau cacat tetap (lumpuh) tetap kami terima kembali. Hingga saat ini sudah 160 pekerja RTW yang kami terima,”terangnya.

Meski memiliki kebijakan seperti itu, Dadang mengaku sebagian karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tidak mau lagi RTW. “Biasanya mereka sudah tidak percaya diri lagi. Jadi tidak mau bekerja di sini lagi,”ujarnya.

Sementara itu, Vice President Director PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto menegaskan bahwa menerima kembali pekerja yang mengalami kecelakaan kerja adalah komitmen mereka selama ini. Ia berujar, meski difabel bila pekerja masih memiliki semangat yang tinggi, kemampuan dan keinginan untuk bekerja, maka PT Sritex selalu bisa menerima kembali.

“Kami harapkan ini bisa jadi inspirasi untuk perusahaan lainnya untuk bisa mengikuti langkah kami,”tuturnya. #Dynda Wahyu Wardhani