JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Warga Nguter Antisipasi Talud Longsor Akibat Sampah

Warga Nguter Antisipasi Talud Longsor Akibat Sampah

14
BAGIKAN
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
MENUMPUK—Warga membersihkan tumpukan sampah di Kali Jlantah yang menyebabkan arus sungai terpecah dan menghantam sisi kanan kiri talud.

SUKOHARJO—Banyaknya sampah yang menumpuk di Kali Jlantah di Desa Kepuh Kecamatan Nguter berakibat pada pecahnya aliran sungai.

Yang mana dampaknya adalah arus kerap menghantam sisi kanan kiri talud kali. Hantaman arus tersebut pun berujung pada tergerusnya talud pada tebing dan terancam longsor.

Kepala Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Marimo Bambang Wijanarko mengatakan, sejak adanya banjir pada awal Maret lalu, tebing tersebut sudah pernah longsor.

Kemudian dibangun talud baru pada tebing yang longsor. Namun, keberadaan talud baru tersebut kondisinya juga mulai mengkhawatirkan karena juga terancam ambrol.

“Para warga sudah pernah bekerja bakti untuk memperbaiki talud tersebut,” ucap Marimo, Minggu (19/3/2017).

Menurut Marimo warga juga sudah patungan untuk perbaikan talud dan tebing Kali Jlantah. Namun pihaknya tetap berharap adanya uluran tangan dari pihak terkait untuk segera memberikan bantuan berupa perbaikan talud dan tebing.

“Kami sudah laporkan kejadian tersebut kepada pihak kecamatan agar diteruskan ke pihak kabupaten. Penanaganan harus segera dilakukan agar longsor tidak mengancam warga sekitar,” jelasnya.

Ia berujar, kebutuhan biaya baik membeli tanah urug maupun perbaikan dan pembangunan talud nilainya lebih dari Rp 100 juta.

Besarnya dana harus dibantu dari pihak Pemkab Sukoharjo agar bisa terealisasi. Penanganan juga harus dilakukan dengan penambahan timbunan tanah urug pada talud lama.

Sementara itu, Camat Nguter, Sumarno mengaku sudah mendapatkan laporan terkait tebing Kali Jlantah tersebut.

Ia pun sudah menurunkan petugas untuk mengecek dan melaporkan keadaan Kali Jlantah dan dan diteruskan kepada pihak terkait.

Dynda Wahyu Wardhani