JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Wow, Siswi SMP Mengaku Dibayar Rp 55.000 Perjam Untuk Menari Telanjang

Wow, Siswi SMP Mengaku Dibayar Rp 55.000 Perjam Untuk Menari Telanjang

7053
BAGIKAN
SINDIKAT PERDAGANGAN ANAK- Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol R Djarod Padakova saat menunjukkan baju penari striptis dari korban sindikat perdagangan anak di bawah umur di Mapolda Jateng, Senin (20/3). Foto Humas Polda Jateng

SRAGEN – Tim Ditreskrimum Polda Jateng berhasil membongkar sindikat perdagangan anak di bawah umur yang dipekerjakan untuk menjadi pemandu karaoke, panti pijat dan penari striptis atau telanjang di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Ironisnya korban dari sindikat asal Semarang ini rata-rata anak di bawah umur, bahkan sebagian diketahui masih berstatus siswi SMP.

“Ada tujuh tersangka yang kita amankan dari sindikat ini. Tiga tersangka sebagai manajer tempat hiburan di Semarang, tiga orang sebagai perekrut atau penyedia jasa anak-anak dibawah umur dan satu tersangka adalah penari telanjang yang usianya sudah dewasa,” papar Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Humas Polda, Kombes Pol R. Djarod Padakova, kepada Joglosemar, kepada Joglosemar, Senin (20/3/2017).

Sindikat itu dibongkar dari sebuah penggerebekan karaoke mesum di wilayah Pemalang dan Semarang, dalam dua hari terakhir.

Dari lokasi itu, diamankan tujuh orang tersangka masing-masing berinisial DP, LSS, TW, DPA, SW, MS dan DD, semuanya warga Semarang.

Sejauh ini, sindikat tersebut sudah mempekerjakan 10 korban dari Semarang dan sekitarnya. Mereka rata-rata anak berusia ABG bahkan sebagian masih berstatus sebagai pelajar.

Dari sindikat ini, tim mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 5.499.500,00, foto copy kontrak kerja, fotocopy ijazah SD dan SMP, ktp, kk, akta lahir, satu buku absen pemandu karaoke, atasan kaos wanita warna hitam dan bawahan celana pendek warna hitam.

“Bahkan ada satu korban yang masih berstatus siswi kelas 3 di sebuah SMP di Semarang yang mengaku dibayar Rp 55.000 untuk satu jam menari tanpa busana,” jelasnya.

Ketujuh tersangka tersebut sudah diamankan di Mapolda dan masih dalam proses penyidikan. Jika terbukti bersalah, mereka akan dikenai sanksi UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman paling lambat 10 tahun dan denda paling banyak 5 milyar dan UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 200 juta rupiah

“Kita ucapkan terima kasih kepada masyarakat karena penangkapan ini berasal dari laporan masyarakat. Kepada rekan-rekan wartawan dan semua pihak memberikan informasi kepada kita sehingga adik-adik dibawah umur tidak menjadi korban eksplotasi lagi”,” tandasnya.

Wardoyo