JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen 69 Tahun Didera Lumpuh, Kakek Miskin Asal Sragen Ini Pilih Bertahan Tinggal...

69 Tahun Didera Lumpuh, Kakek Miskin Asal Sragen Ini Pilih Bertahan Tinggal di Gubug Reyot.. Ini Alasannya

778
BAGIKAN
Ketua Tim Sukarelawan PMI Sragen, Endro saat mencoba melakukan pendekatan membujuk Mbah Madiyo agar mau dirawat di Griya PMI, di gubugnya, Kamis (13/4/3017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Madiyo (70), kakek miskin yang tinggal sebatang kara asal Dukuh Japoh RT 8, Desa Japoh, Jenar menolak untuk dirawat di Griya PMI Solo. Kakek yang puluhan tahun tinggal sendirian di rumah gubug tak layak itu menolak dengan alasan takut tidak kerasan.

Penolakan itu terlontar ketika didatangi oleh rombongan Tim PMI Sragen Kamis (13/4/2017). Rombongan yang dipimpin Kepala Markas PMI, Dwi Purwanto dan ketua Tim Sukarelawan, Endro itu mendatangi rumah Mbah Madiyo dengan maksud membujuknya agar mau dirawat ke Griya PMI di Solo.

“Kami memang sudah berkoordinasi dengan Griya PMI Solo untuk mengevakuasi dan merawat Mbah Madiyo agar bisa tinggal lebih layak. Karena realitanya memang sangat mengenaskan. HIdup sendirian, lumpuh dan tinggal di gubug,” papar Dwi, kemarin.

Madiyo memang lumpuh sejak usia satu tahun. Selama hampir 69 tahun hidupnya semakin mengenaskan,makan minum,hingga buang air besar ditempat tidurnya. Menurut Wahono, warga sekitar, Madiyo selama ini juga seorang diri hidup tampa anak istri serta kerabat.

Sementara, Endro menambahkan sebenarnya berbagai upaya pendekatan dan bujukan sudah dilakukannya bersama tim. Akan tetapi yang bersangkutan tetap berkeras menolak dengan berbagai alasan.

“Ternyata alasannya dia takut di sana nanti tidak kerasan,. Karena takut nggak bisa buang air besar dan buang air kecil. Takutnya nanti para tamu juga bingung nyari dia. Karena selama ini ternyata beliau ini dikenal sebagai pawang hujan,” terang Endro.

Karena perjuangan satu jam merayu gagal menuai hasil, tim akhirnya berpulang kembali. Wardoyo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here