Begini Kronologis Pembobolan Misterius Tabungan Milik PNS Dinsos Sragen di Bank Jateng

    Begini Kronologis Pembobolan Misterius Tabungan Milik PNS Dinsos Sragen di Bank Jateng

    2229
    Bukti cetakan catatan transaksi di buku rekening Ine Marliah (45), PNS di Sragen yang menjadi korban pembobolan misterius tabungannya di Bank Jateng. Joglosemar/Wardoyo

    SRAGEN– Sepintas kasus yang dialami Ine Marliah (45), Kasie di Dinas Sosial (Dinsos) Sragen ini barangkali terbilang aneh. Betapa tidak, uang gaji di rekening tabungannya di Bank Jateng Sragen, mendadak diketahui hilang misterius padahal dirinya merasa tak pernah mengambil maupun menyuruh orang lain mengambilnya.

    PNS asal Kampung Widoro RT 41/12, Sragen itu kemudian menceritakan bahwa tabungan di rekening gajinya memang hilang secara misterius. Hilangnya tabungan itu diketahuinya tanggal 14 Maret silam ketika ia hendak mengambil uang via ATM di Bank Jateng Sragen untuk kepentingan membayar.

    Saat itu ia kaget karena transaksi penarikan beberapa kali ditolak. Setelah dicek ia makin kaget karena saldonya ternyata tinggal Rp 142.056,-. Padahal, ia melakukan transaksi terakhir kali tanggal 10 Maret dan saldo terakhir masih tercatat Rp 11.588.000,-.

    “Saya terakhir menarik via ATM tanggal 10 Maret di ATM Pom Bensin Pasar Kliwon Solo sebanyak Rp 500.000. Saat itu saldo di rekening masih sisa Rp 11.588.000,-. Tapi waktu saya mau narik lagi tanggal 14 Maret, sudah tinggal RP 142.056,-. Saya langsung lapor ke kantor Bank Jateng dan mengkonfirmasi kenapa uang di tabungan saya kok bisa hilang, ” paparnya saat ditemui Joglosemar seusai melapor di Mapolres Sragen, Senin (17/4/2017).

    Baca Juga :  Awas, Kendaraan Luar Kota Jadi Sasaran!

    Ia kemudian menceritakan, seketika itu ia langsung melaporkan hilangnya tabungannya ke kantor Bank Jateng Sragen. Hari itu juga ia ditemui oleh customer service yang kemudian menjelaskan bahwa kasus yang dialaminya itu unik.

    Kemudian, sang customer service menyampaikan bahwa dari pengecekan ke rekening koran ternyata ada bukti penarikan selama sembilan kali dari rekening tabungannya via ATM di tiga lokasi berbeda di Jatim.

    “Saat itu sempat beradu argumen. Saya juga bersumpah bahwa saya merasa nggak pernah menarik, menyuruh orang lain mengambil uang, dan menunjukkan PIN atau nomor ATM saya ke orang lain. Tapi pihak bank tetap menyatakan bahwa penarikan di tiga lokasi di Jatim itu transaksi legal,” urai Ine.

    Setelah itu, pihak bank kemudian menunjukkan rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa ada dua orang remaja di Jatim yang menarik uangnya di ATM sebanyak sembilan kali di tiga ATM berbeda di Jatim. Penarikan terjadi dalam rentang dua hari yakni tanggal 11 dan 13 Maret.

    Baca Juga :  Masuk Kota Solo, Ini Dia Jalur Alternatif yang Bisa Dipilih Pemudik

    “Anehnya saat itu ketika dikonfirmasi dengan alat di Bank Jateng, ternyata semua itu tidak muncul,” jelasnya.

    Menurutnya, pihak bank sempat memintanya menangguhkan laporan ke Polres dan meminta waktu 20 hari untuk menyelesaikan. Namun setelah batas waktu itu habis, ternyata tidak ada penyelesaian. Karenanya, ia nekat menempuh jalur hukum mengingat kasus ini tidak hanya merugikan dirinya namun juga berdampak pada rekan-rekan PNS se-Sragen yang gajinya dibayarkan lewat rekening Bank Jateng.

    Wakil Pimpinan Bank Jateng Sragen, Retno Tri Wulandari saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan kasus yang dialami Ine. Namun ia menyampaikan bahwa proses penarikan uang di ATM yang bersangkutan di Jatim sudah berjalan dengan wajar dan ada rekaman CCTV.

    Ia juga mengatakan bahwa aduan sudah ditanggapi dan dijawab sesuai prosedur perbankan. Mengenai nomor ATM yang digandakan pelaku, menurutnya hal itu memang memungkinkan.

    Akan tetapi, soal ATM dan nomor PIN, sepenuhnya hal itu menjadi hak prioritas nasabah. Begitu pula soal tuntutan pengembalian uang, ia mengaku belum bisa memastikan. Meski demikian, pihaknya siap apabila dimintai keterangan dan memberi data apabila dipanggil kepolisian. Wardoyo

    BAGIKAN