JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market BPR Gencarkan Produk Kredit Melawan Rentenir

BPR Gencarkan Produk Kredit Melawan Rentenir

160
Ilustrasi

SOLO – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) akan semakin memperluas jangkauan program kredit melawan rentenir di Eks-Karesidenan Surakarta. Tahap awal ini, sebanyak 5 BPR akan mulai menerapkan program kredit melawan rentenir tersebut.

Lima BPR yang akan menerapkan program tersebut yakni Bank Solo, Bank Wonogiri, Bank Karanganyar, Bank Klaten, dan BPR Arta Sari Sukoharjo. Masing-masing BPR membuat program Kredit melawan Rentenir guna melindungi masyarakat. Rencananya produk Kredit melawan rentenir akan diluncurkan serentak dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Juli mendatang.

Ketua Pokja Budaya Kerja Perbarindo Komisariat Soloraya sekaligus Ketua PAC Perbarindo Karanganyar Heru Suprihati mengatakan untuk di wilayah Karanganyar sendiri saat ini sudah menerapkan produk tersebut. Produk yang diberi nama Kredit Sejahtera untuk Usaha Mikro bank daerah Karanganyar (Senyum BDK) ini menerapkan bunga 0,5 persen per bulan khusus untuk masa pinjaman (tenor) 6 bulan.

“Ketika masyarakat mengambil tenor 1 tahun, bunga menjadi 1 persen, tetap masih sangat rendah,” jelasnya.

Heru mengatakan produk senyum BDK memiliki plafon jatah kredit Rp 2 juta. Sekarang Sudah ada 100 nasabah yang memanfaatkan program tersebut tapi yang mengantri sudah banyak. “Produk ini baru diluncurkan bulan April 2017 ini,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Klaten Tulus Yunianto mengatakan saat ini Bank Klaten belum memiliki kredit lunak yang dapat dipakai untuk menanggulangi produk rentenir. Sampai saat ini, imbuhnya penentuan produk masih dibahas seperti suku bunga yang ditetapkan beserta risikonya. “Belum dipastikan kapan akan jadi dan sampai ke masyarakat, tapi yang jelas sesegera mungkin untuk menanggulangi bahaya rentenir,” jelasnya.

Pihak OJK sendiri kini tengah melakukan pendekatan dengan sejumlah BPR di Eks Karesidenan Surakarta agar membuat produk tersebut. Kepala OJK Solo, Laksono Dwi Onggo mengatakan banyak manfaat sebenarnya dari program kredit melawan rentenir ini. Selain bunga rendah juga tanpa agunan. Lagi pula proses yang diperlukan cepat dan mudah. Menurut dia, kredit ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha mikro untuk membebaskan diri dari jeratan rentenir. “OJK telah memasukkan program kredit melawan rentenir ini dalam salah satu kelompok kerja tim percepatan akses keuangan daerah atau TPAKD,” tutupnya. Garudea Prabawati

 

BAGIKAN