JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Budidaya Ikan Lele Mulai Dikembangkan Warga Lereng Merbabu

Budidaya Ikan Lele Mulai Dikembangkan Warga Lereng Merbabu

155
ilustrasi distribusi lele. Foto : Nofik Lukman Hakim

BOYOLALI—Wilayah Kecamatan Cepogo di lereng Gunung Merbabu, yang selama ini dikenal minim sumber air, ternyata mampu dibuktikan warga Desa Mliwis, berhasil membudidayakan ternak ikan lele.

Budidaya lele dilakukan warga di tiga dukuh, yakni Dukuh Nganggrung, Gawar, dan Polojati.

Bahkan saat ini, warga sudah berhasil panen kali ketiga, dan terus mengembangkan perluasan kolam untuk seluruh warga.

Dari 20 petak kolam lele yang dikelola kelompok Mina Sejahtera itu, ternyata mampu memberikan keuntungan hampir 100 persen di luar biaya pembuatan kolam. Potensi tersebut cukup menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Rata-rata per kolam biaya bibit dan pakannya sekitar Rp 800 ribu mampu panen sekitar Rp 1,5 juta,” ungkap Mansur, ketua Mina Sejahtera di sela-sela panen bersama, Selasa (4/4/2017).

Dijelaskan Mansur, semula potensi pengembangan budidaya lele tersebut belum tersentuh lantaran wilayah lereng Merbabu sulit sumber air. Namun di tiga dukuh tersebut, justru memiliki sumber air yang cukup.

Sehingga warga pun berupaya mengembangkan potensi tersebut agar memiliki nilai ekonomis. Budi daya lele di sana berawal dari bantuan dari pemerintah melalui APBD tahun anggaran 2016 senilai Rp 55 juta.

Joko Maryanto, tokoh masyarakat setempat yang juga sebagai anggota DPRD Boyolali, mengaku mendukung inisiatif warga untuk pengembangan potensi ekonomi setempat. Menurut Joko, budidaya lele tersebut merupakan pertama di wilayah Cepogo.

“Selama ini kan Desa Mliwis cukup banyak potensi sumber air, tetapi karena image Cepogo selalu kekurangan air, sehingga jarang tersentuh bantuan di bidang perikanan. Ternyata setelah dikembangkan bisa berhasil,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Juwaris, yang hadir dalam kegiatan panen tersebut, mengaku terkejut ternyata ada potensi pengembangan budidaya ikan tawar di Cepogo.

Bahkan menurut dia, potensi di Mliwis ini bisa dikembangkan menjadi program mina padi, yakni kombinasi pertanian dengan perikanan.

“Potensi ini bisa menambah produksi ikan di Boyolali secara keseluruhan,” imbuh dia.

Ario Bhawono

BAGIKAN