Buntut Pembobolan Misterius, PNS Sragen Ramai-ramai Tarik Tabungan

Buntut Pembobolan Misterius, PNS Sragen Ramai-ramai Tarik Tabungan

1325
Ine Marliah (kanan) didampingi suaminya, Ichwan Yulianto saat menunjukkan surat laporan ke Polres terkait pembobolan misterius rekening tabungannya di Bank Jateng Sragen, Senin (17/4/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN –  Insiden pembobolan misterius  tabungan di rekening PNS Dinas Sosial (Dinsos), Ine Marliah (45), ternyata berdampak signifikan terhadap PNS.

Sejumlah PNS yang cemas akhirnya ramai-ramai menarik tabungannya dari Bank Jateng untuk dialihkan ke bank lain.

Tidak hanya itu,  sebagian juga mulai ancang-ancang untuk mengalihkan rekening gaji yang selama ini ditransfer via ATM Bank Jateng ke bank lain. Aksi penarikan itu terungkap setelah mendengar hilangnya tabungan di rekening Ine dua hari lalu.

“Jelas khawatir lah Mas.  Karena nyatanya uang di rekening tiba-tiba bisa hilang diambil orang lain. Tadi saya sudah ambil tabungan saya pindah ke bank lain,” ujar DW,  salah satu PNS di Sragen,  Selasa (18/4/2017).

Baca Juga :  Nekat Mbonek, Anak Punk Tewas Mengenaskan Terlindas Tronton di Sragen

Tidak hanya PNS di Dinsos, aksi penarikan dan pengalihan juga dilakukan PNS di dinas lain.  Menurut Ine,  aksi pengalihan itu justru diungkapkan beberapa rekannya sesama PNS di Satker lain. Rata-rata khawatir keamanan uangnya tidak lagi bisa terjamin di Bank Jateng.

“Kemarin di Grup WA malah pada bilang langsung akan mengalihkan dari ATM ke rekening manual.  Ada juga yang memilih pindah ke bank lain, ” ujarnya.

Baca Juga :  Memilukan, Tangisan Histeris Warga Tangen Saat Lihat Tubuh Bapaknya Hangus Terbakar di Lahan Tebu..

Ine menguraikan setelah dilaporkan ke Polres,  kemarin pihak bank meminta kartu ATM miliknya. Menurutnya, ATM diminta dengan alasan untuk penyelidikan pihak bank.

Atas kasus itu,  Kasie Rehabilitasi Tuna Sosial itu menyampaikan sebenarnya hanya menghendaki pihak bank bertanggung jawab mengganti tabungan Rp 11.466.000,- yang dibobol pelaku.

Kepada polisi,  ia berharap kasus dugaan pembobolan itu bisa diusut tuntas agar tidak terulang kembali dan memakan korban.

1
2
3
BAGIKAN