JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Cara Unik Petani Sukoharjo ‘Counter Attack’ Hama Tikus

Cara Unik Petani Sukoharjo ‘Counter Attack’ Hama Tikus

47
GROPYOKAN TIKUS—Para petani sedang melakukan gropyokan tikus dengan menggunakan jaring di wilayah Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Senin (17/4) . Foto : dynda Wahyu Wardhani

SUKOHARJO—Serangan hama tikus masih menjadi momok bagi para petani.

Kali ini petani di wilayah Kecamatan Bendosari berusaha meng-counter attack alias menyerang balik tikus dengan cara gropyokan.

Gropyokan ini bukan dengan cara pengasapan seperti dulu. Tapi kami menggunakan cara baru yakni menggunakan jaring,” ungkap Widodo, petani asal Desa Walang, Kecamatan Bendosari, Senin (17/4/2017).

Ia menceritakan, jaring yang digunakan berukuran cukup lebar. Pada sisi-sisinya diberikan kaleng untuk menghadirkan suara. Setelah itu, jaring tersebut dibawa minimal tiga petani keliling area tanaman padi.

Harapannya, tikus yang ketakutan berlari dan masuk ke dalam jaring. “Tikus sudah menyerang padi dalam waktu beberapa pekan ini,” kata Widodo.

Penggunaan jaring tersebut memang belum banyak digunakan oleh petani, padahal sangat efektif untuk menangkap tikus. Namun bila menggunakan jaring, minimal harus dengan bantuan tiga orang karena ukurannya yang lebar.

“Jumlah orang tergantung lebarnya jaring. Bila memang sangat lebar, maka akan lebih banyak orang untuk menjaga jaring,” imbuh Widodo.

Ia mengatakan, bila tikus tidak segera dimusnahkan, maka para petani khawatir bakal gagal panen.

Apalagi saat ini usia padi yang mereka tanam baru sekitar dua hingga tiga bulan. “Hampir semua lahan di sini diserang tikus,” ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut, Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Dinas Perikanan dan Pertanian Sukoharjo Samidi mengatakan, sudah memberikan bantuan berupa obat tikus dan pestisida kepada sejumlah petani yang terdampak hama tikus.

“Di wilayah Bendosari memang terdeteksi hama tikus dan juga wereng. Saya tidak hafal luasan lahannya. Yang penting kami sudah berikan bantuan agar petani tidak kesusahan karena hama,” pungkasnya.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN