Dewan Keluhkan Parkir Liar di Grand Mall hingga Stasiun Balapan

Dewan Keluhkan Parkir Liar di Grand Mall hingga Stasiun Balapan

56
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
RAZIA PARKIR–Petugas melakukan razia parkir di kawasn larangan parkir di City Walk Pasar Singosaren, Jumat (10/1).

SOLO – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surakarta mengeluhkan munculnya parkir-parkir liar yang ada di beberapa lokasi strategis. Di antaranya barat Solo Grand Mall (SGM), Jalan Gajah Mada, hingga sekitar Stasiun Balapan.

Keberadaan kantong-kantong parkir liar tersebut dikeluhkan lantaran mengganggu pengguna jalan di lokasi tersebut. Alhasil, area yang harusnya bisa dilalui kendaraan harus terpangkas untuk parkir.

“Selama ini kok masih banyak parkir liar di Solo. Lihat saja di barat SGM. Parkir di sana sangat crowded. Padahal, itu adalah jalan perkampungan dan bukan peruntukan bagi parkir. Dan memang dulu sempat mendapatkan arahan dari Dinas Perhubungan (Dishub) tapi saat ini kok kembali lagi kondisinya,” terangnya kepada Joglosemar, Selasa (11/4/2017).

Baca Juga :  Habib Syech Ajak Masyarakat Perangi Terorisme dan Radikalisme

Tidak hanya itu, di beberapa lokasi seperti sekitar Pasar Ayu juga terdapat parkir liar. Sesuai dengan kesepakatan dan aturan, area di depan Pasar Ayu hanya boleh digunakan untuk kendaraan yang menurunkan atau menaikkan barang dagangan. Artinya, tidak diperkenankan untuk tempat parkir.

Bahkan, hal ini terjadi tidak hanya di jam operasional pasar. Melainkan malam hari juga digunakan untuk parkir. “Kenapa tidak digembok sekalian sehingga memberikan efek jera lantaran dendanya cukup banyak,” tegasnya.

Baca Juga :  Pendataan Aset Mangkunegaran Fokus di Wilayah Karanganyar

Sementara itu, Sekretaris Dishub Surakarta, Arif Handoko dalam rapat Banggar menyebutkan sudah memberikan pengarahan kepada jukir yang ada di sekitar Stasiun Balapan. Hanya saja, setelah beberapa lama parkir liar kembali dilakukan.

“Kalau sanksi penggembokan kami kira kurang memberikan efek jera karena dendanya cukup rendah. Kami masih mencari solusi,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Dishub, area bisnis menjadi titik yang pelanggaran parkirnya paling tinggi. Pihaknya kesulitan menindak karena seringkali justru diprotes pemilik usaha.

Murniati

BAGIKAN