Dideportasi dari Turki, Sekeluarga asal Masaran Dipantau Ketat

Dideportasi dari Turki, Sekeluarga asal Masaran Dipantau Ketat

2170
Joglosemar|Dok
ilustrasi penjagaan pihak kepolisian

SRAGEN – Satu keluarga asal Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen yang dideportasi dari Turki karena diduga bergabung dengan ISIS, akhirnya dikembalikan ke kampung halamannya, Selasa (4/7/2017) petang.

Meski sudah menyatakan akan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mereka tetap akan dipantau ketat. Sekeluarga itu terdiri dari bapak, ibu dan tiga orang anaknya yang masih balita.

Mereka masing-masing Agung Lestari (33), Susi Erawati (28) dan dua anaknya, UA (5), H (4) dan K (1,6). Mereka tiba di kampung halamannya setelah tiga bulan sempat terdampar di Turki sebelum akhirnya dideportasi ke Indonesia.

Baca Juga :  Pengumuman PPDB Online Sragen: Area Gemolong Sempat Trouble. Berikut Ringkasan Pengumuman SMP Negeri Favorit di Sragen

“Sudah diserahkan kembali kepada keluarga dan warga sekitarnya. Yang bersangkutan juga sudah menyatakan kesediaannya untuk mengakui kembali NKRI. Tapi tetap kita pantau terus,” papar Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso melalui Kapolsek Masaran, AKP Mujiono, Kamis (6/4/2017).

Baca Juga :  Wow, Ibu-Ibu Segem Sragen Bersemangat Bagi Takjil ke Pengguna Jalan

Dalam penyerahan yang dikawal pejabat dari berbagai unsur mulai dari Kesbangpolinmas, Dinas Sosial, Polsek, Koramil tersebut, Agung juga dipesan untuk bisa kembali ke masyarakat serta bersosialisasi seperti sedia kala.

Sementara, Kasie Trantib Kecamatan Masaran, Bambang juga berpesan kepada keluarga agar bisa menerima kepulangan Agung sekeluarga dan pengalaman yang dialaminya bisa menjadi pembelajaran untuk kehidupan yang lebih baik dan bermasyarakat.

Wardoyo

BAGIKAN