Diduga Bunuh Diri, Warga Ngemplak TewasTersambar Kereta Api

Diduga Bunuh Diri, Warga Ngemplak TewasTersambar Kereta Api

113
ilustrasi

KARANGANYAR-Sumadi (30) warga Dusun Kedungmasan RT 002/XI Desa Kismoyoso Kecamatan Ngemplak, Boyolali tewas tertabrak kereta api di jalur Kereta Api Solo-Semarang di kawasan Gondangrejo, Kamis (20/4/2017) sore.

Kejadian terjadi sekitar pukul 16.20 WIB tepatnya di kawasan di jalur kereta api KM 102+1 Dusun Selokaton Kecamatan Gondangrejo.

Kapolsek Gondangrejo AKP Sugeng Dwiyanto mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, berdasar keterangan saksi di lokasi kejadian, diduga korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakkan diri saat kereta api melintas.

“Menurut keterangan saksi di lokasi, kejadian itu berawal saat korban hendak mengambil kambing peliharaan yang diikat di sekitar area perlintasan kereta. Namun, saat ada kereta api barang melintas dari arah utara ke selatan, atau dari Semarang-Solo korban langsung berlari menabrakkan diri,” terangnya kepada Joglosemar, Kamis (20/4/2017).

Baca Juga :  PNS Gabung Aliran Radikal, Bupati Karanganyar : Langsung Dipecat!

Kemudian, lanjut Sugeng, tubuh korban pun hancur setelah terseret kereta hingga 100 meter. “Jasad korban telah di evakuasi untuk dilakukan visum,” terang Kapolsek.

Informasi itu dikuatkan dengan keterangan salah satu saksi di lokasi kejadian, Eko Purnomo (43). Menurut Eko, sebelum tertabrak kereta, korban kerap terlihat memandangi jalur perlintasan kereta api.

Baca Juga :  Mengejutkan, Ini Barang-Barang Yang Ditemukan di Rumah Terduga Teroris Karangpandan, Karanganyar

Setelah korban hendak mengambil kambing peliharaannya, ada kereta api barang melintas. Tiba-tiba korban berlari dan menabrakkan tubuhnya pada kereta api yang melintas.

“Saya kaget dan tidak menyangka korban melakukan hal itu. Tubuh korban hancur dan terseret hingga ratusan meter,” terang dia.

Informasi yang berhasil dihimpun dari warga sekitar, sebelum tewas, korban kerap kali berupaya untuk melakukan bunuh diri.

Namun, upaya itu bisa digagalkan oleh warga sekitar. Kuat dugaan korban memang sengaja mengakhiri hidupnya akibat depresi.

Satria Utama

BAGIKAN