Dikhawatirkan Pengaruhi Sipir, LP Sragen Asingkan 80 Narapidana Kasus Narkoba

Dikhawatirkan Pengaruhi Sipir, LP Sragen Asingkan 80 Narapidana Kasus Narkoba

99
BNN saat melakukan penggeledahan di LP Sragen, Agustus lalu. Foto : Wardoyo

SRAGEN—Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen  Rudy Djoko Sumitro mengatakan, pihaknya terus berupaya membersihkan lingkungan LP dari pengaruh narkoba.

Selain memberikan sanksi kepada sipir atau pegawai yang terindikasi terlibat, pembersihan terhadap napi yang masih melanggar juga terus dilakukan.

Kepada Joglosemar, Rudy mengatakan, hingga kini pihaknya sudah memindahkan sedikitnya 80 napi dari LP Sragen ke LP luar daerah. Mereka disanksi pengasingan karena terbukti melakukan pelanggaran selama berada di dalam sel.

Pelanggarannya yakni membawa barang terlarang, menyimpan HP, hingga perilaku yang dilarang lainnya.

Tidak hanya itu, pemindahan juga dilakukan untuk menghindari mereka mempengaruhi petugas atau sipir berbuat yang dilarang aturan.

Baca Juga :  81 Mesin Pabrik Indo Gula Sambungmacan Dibobol, Kerugian Rp 750 Juta

“Sampai hari ini (kemarin) kalau enggak salah sudah 80 napi kasus narkoba yang kita pindahkan. Ada yang ke LP Ambarawa, Magelang, Purwokerto, dan ke LP khusus narkoba di Nusakambangan,” paparnya, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, pemindahan itu juga sebagai wujud komitmennya untuk memberantas segala praktik kotor di LP Sragen seperti pungli dan peredaran gelap narkoba.

Komitmen itu dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Menkum HAM dan Kepala Kanwil yang menyerukan perang terhadap narkoba di LP.

“Itu sebagai bentuk perlawanan dan perang kami terhadap narkoba. Karena memang sudah mengkhawatirkan. Bandar-bandarnya juga sudah kita pindahkan semua. Supaya nggak mempengaruhi pegawai kami,” terangnya.

Baca Juga :  Tragis, Jalur Tol Soker Mulai Makan Korban. Kakek Asal Sragen Tewas Tergasak Saat Nyeberang

Menurutnya dengan banyaknya bandar dan napi narkoba yang dipindah itu, saat ini jumlah napi narkoba hanya tinggal 86 orang dari sebelumnya ratusan lebih.

Sementara, total napi yang ada di LP Sragen mencapai 232 orang dan dinilai masih di bawah kapasitas maksimal 307 orang.

Sementara, terkait pemberian sanksi pengasingan terhadap tiga sipir, Rudy memastikan, tidak mempengaruhi pelayanan di LP.

Menurutnya, jumlah pegawai di LP Sragen saat ini masih terbilang memadai bahkan surplus. “Nggak berpengaruh. Karena pegawai kita masih ada 124 orang,” tukasnya.

Wardoyo

BAGIKAN