Dinilai Hina Polisi, Pengunggah Postingan “Polisi Pekok” Bakal Diancam 12 Tahun...

Dinilai Hina Polisi, Pengunggah Postingan “Polisi Pekok” Bakal Diancam 12 Tahun Penjara

2724
Ilustrasi

SRAGEN- Polres Sragen langsung begerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik lewat postingan “Polisi Pekok” di media snosial yang melibatkan terlapor, nanggota LSM Keluarga Besar Relawan Pengawal Perubahan Sragen (KBRPPS), Warsito.Tak tanggung-tanggung, penyidik memastikan akan menerapkan pasal berat terhadap terlapor dalam kasus yang dinilai sudah merendahkan institusi
kepolisian tersebut.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasat Reskrim AKP Supadi mengungkapkan setelah menerima laporan dari Kapos Lantas Gemolong, Aiptu Hariyanto, pihaknya langsung membuat laporan resmi untuk menindaklanjuti. Penyidik bahkan sudah meminta keterangan terhadap delapan orang dalam penyelidikan awal.

Berdasarkan data-data dan keterangan yang sudah diperoleh, ia memastikan kasus itu terindikasi kuat sangat memenuhi unsur untuk segera ditingkatkan ke penyidikan. Namun, sebelum ditingkatkan, tim terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dengan dibuat berkas secara resmi.

Baca Juga :  Digerebek Pesta Sabu, 2 Kanit dan Sipir LP Sragen Hanya Akan Jalani 4 Bulan Penjara

“Kemarin langsung kita tindaklanjuti. Karena ini tidak main-main. Segera kami akan panggil saksi-saksi untuk kita berkas secara resmi. Setelah itu gelar perkara,” paparnya.

Menurutnya, langkah tegas dilakukan lantaran postingan “Polisi Pekok” dan beberapa kalimat bernada menyudutkan petugas yang memeriksa kendaraan, yang diunggah terlapor sudah bentuk penghinaan secara institusi kepolisian. Meski tidak ada kerugian materiil, postingan itu dinilai jauh merugikan secara imateriil karena mengarah pada penghinaan institusi kepolisian secara umum.

“Bukan personel lagi yang dihina tapi itu sudah institusi kepolisian. Dan kerugian imateriil itu nggak bisa ternilai harganya. Makanya kami sudah minta petunjuk pimpinan dan sudah memerintahkan lanjut. Kita segera percepat prosesnya,” ungkapnya.

AKP Supadi menambahkan untuk perkara ini, pihaknya sudah menyiapkan pasal yang berat pada UU ITE. Yakni pasal 51 yang ancaman hukumannya maksimal sampai 12 tahun penjara. Ia juga mengisyaratkan tidak menutup kemungkinan apabila harus dilakukan penahanan, hal itu akan dilakukan.

Baca Juga :  Bandari Capjikia di Sragen Barat, Muhammad Paji Digerebek Polisi

Seperti diberitakan, dugaan penghinaan itu bermula dari laporan Kaposlantas Gemolong, Aiptu Hariyanto akhir pekan lalu. Ia melapor ke Polres karena merasa tidak terima dan menilai apa yang diunggah di Medsos oleh Warsito adalah tidak benar.

Postingan itu bertuliskan ” Heboh polisi minta motor, STNK, kunci didaerah lemah putih, Jl.kec gemolong kab sragen. Kejadian jam 09.30 wib yang dipimpin bpk.Haryanto..yang dulu pernah dipolres sebagai baur SIM. Monggo dipun share lebih dari 1000…saya An.ORMAS LSM KBRPPS ”

Menurut Aiptu Haryanto, ada kalimat “Polisi Pekok” di belakang postingan itu yang dianggap menghina institusi polri. Sementara,Warsito tidak menampik memang menulis postingan itu namun soal kalimat “Polisi Pekok” ia merasa tak menulisnya.(#Wardoyo)

BAGIKAN