Dr Rony Syaifullah, Harumkan Indonesia Lewat Pencak Silat

Dr Rony Syaifullah, Harumkan Indonesia Lewat Pencak Silat

120
Dr Rony Syaifullah. Foto : Dok Pribadi

Di dunia pencak Silat, siapa yang tak kenal dengan Rony Syaifullah. Ya dia adalah atlet pencak silat yang mampu mengharumkan bangsa Indonesia.

Dan saat ini, laki-laki yang baru saja meraih gelar Doktor tersebut menjadi Dosen di Program Studi (Prodi) Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Rony mengaku butuh perjalanan panjang hingga akhirnya bisa menorehkan prestasi sebagai juara dunia di bidang pencak silat.

“Saya tidak memiliki keturunan dari keluarga pencak silat. Bapak saya guru dan ibu swasta. Dan saya sebelumnya juga tidak memiliki cita-cita menjadi atlet pencak silat. Malah saya memiliki hobi main bola,” terang Rony, Selasa (18/4/2017).

Baca Juga :  Akhirussanah Angkatan XIV Tahun 2016/2017 SDIT Nur Hidayah

Kemudian kecintaannya terhadap pencak silat muncul ketika Rony duduk di bangku SMA. Waktu itu, Rony mengenyam pendidikan di SMA Muhammadiyah 8 Surakarta dan mengikuti ekstrakurikuler Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM). Dari situ Rony terlihat memiliki bakat di bidang pencak silat.

“Jadi saya ini kategorinya terlambat. Mengikuti kejuaraan sudah di tingkat dewasa tidak dimulai sejak dini. Namun bagi saya tidak ada kata terlambat dan saya terus berusaha untuk memberikan yang terbaik,” ujar Rony.

Dr Rony Syaifullah. Foto : Dok Pribadi

Dan itu dibuktikan Rony di tahun 1996 dan 2000, dirinya berhasil menyabet gelar juara dunia Pencak Silat.

Kemudian Rony juga menyandang juara pada Sea Games tahun 1997, 1999, 2001, 2003, 2005 dan 2007. Lalu juara PON pada tahun 2000, 2004 dan 2008.

Baca Juga :  Akhirussanah Angkatan XIV Tahun 2016/2017 SDIT Nur Hidayah

Lalu Rony melanjutkan kuliah di UNS dengan mengambil Prodi Pendidikan Olahraga. Pada waktu itu, Rony mendapatkan apresiasi dari UNS tidak membayar uang semesteran mulai semester tiga hingga lulus lantaran memiliki prestasi baik di tingkat nasional, Asean dan dunia.

Setelah lulus pada 2000, Rony menunggu ada formasi lowongan dosen di UNS. Akhirnya suami dari Tuti Winarni ini diterima sebagai dosen di UNS tahun 2002.

Sebagai seorang pendidik, Rony memberikan ilmu yang dimilikinya kepada mahasiswanya. Rony berharap mahasiswanya bisa lebih berprestasi dibanding dirinya.

Dwi Hastuti

BAGIKAN