Dugaan Pelecehan Seksual di Wonogiri, Ternyata Pelaku dan Korban Masih di Bawah...

Dugaan Pelecehan Seksual di Wonogiri, Ternyata Pelaku dan Korban Masih di Bawah Umur

3015
Ilustrasi

WONOGIRI—Kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Wonogiri. Kali ini, tidak hanya korban, namun pelaku juga masih di bawah umur.

Terduga pelaku adalah siswa kelas VI SD yang diduga melakukan perbuatan tak senonoh kepada puluhan anak-anak dan juga adik kelasnya yang laki-laki.

Kasus pelecehan diduga dilakukan GA (11), bocah kelas VI SD di Kecamatan Baturetno, terhadap sejumlah adik kelasnya. Kasus ini belakangan baru mulai mengemuka.

Pekan lalu dua orangtua korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke jajaran kepolisian setempat. Ironisnya, ternyata korban dari perilaku menyimpang bocah itu diduga sudah mencapai puluhan anak.

Baca Juga :  Selama Arus Mudik dan Balik, Polres Wonogiri Targetkan Tak ada Kecelakaan

“Infonya, pekan lalu pihak keluarga NR (40) ayah dari RZ (8), serta WY (45) ayah dari DA (7) telah melapor ke polisi. Katanya sudah dilakukan visum, tapi sampai saat ini belum ada kelanjutannya,” terang warga Baturetno yang juga ayah dari salah satu korban GA yang enggan disebut namanya, Kamis (6/4/2017).

Menurut dia, banyak anak laki-laki satu kampung, baik teman sekelas ataupun adik kelas, yang telah menjadi korban GA. Dia menyebut sekitar 27 anak menjadi korban.

Dia juga menambahkan, anak kandungnya selama ini juga merupakan teman bermain GA. Begitu kasus itu mencuat dia mengorek keterangan dari putranya. Dari pengakuan anak itu, perbuatan dilakukan sudah lama, yakni pertengahan 2016.

Baca Juga :  Wonogiri Siap Sambut Pemudik

Kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Wonogiri. Bahkan, Selasa (4/4/2017), tim PPA sudah turun ke lapangan.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Muhammad Kariri mengatakan, keluarga korban belum melapor dan baru sebatas aduan. Dua korban didampingi keluarganya telah mengadukan kasus tersebut ke Polsek Baturetno, 31 Maret lalu.

“Baru aduan, belum ada bukti dan faktanya. Kami tidak mau sembrono mengeluarkan pernyataan. Makanya kami mengutamakan untuk lebih dalam lagi menyelidiki kasus ini. Nanti kalau sudah lengkap baru kami akan naikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan,” tandas dia.

1
2
BAGIKAN