JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Misteri Keganjilan Sebelum Nenek Dasiyah Gantung Diri. Sempat Sebut Kalimat Menakutkan

Misteri Keganjilan Sebelum Nenek Dasiyah Gantung Diri. Sempat Sebut Kalimat Menakutkan

4944
BAGIKAN
Kapolsek Mondokan, AKP Kabar Bandiyanto bersama tim saat melakukan evakuasi dan olah TKP di rumah nenek yang tewas gantung diri, Kamis (6/4/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Misteri penyebab kematian nenek bernama Dasiyah, warga Dukuh Brujulan RT 2, Desa Sumberejo Lor, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, yang nekat gantung diri dua hari lalu perlahan mulai menemukan titik terang. Menurut keterangan orang-orang terdekat, nenek berusia 86 tahun itu sempat menunjukkan keganjilan beberapa hari menjelang kejadian.

“Beberapa hari sebelumnya, sebenarnya sempat mau bunuh diri juga. Tapi konangan terus,” ujar Kades Sumberejo, Mondokan, Sentot Nugroho, Sabtu (8/4/2017).

Tidak hanya itu, menjelang hari kejadian, nenek malang itu juga sempat menyebut kalimat aneh. Sentot menguraikan berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga dekat, beberapa hari sebelumnya, Dasiyah juga sering melontarkan kalimat aneh yang menunjukkan nada keputusasaan.

Saat mengigau maupun meratap, nenek itu selalu memanggil-manggil nama suaminya yang sudah meninggal. Lantas, berteriak kenapa dirinya tidak diajak sekalian yang membuat kerabat merasa ketakutan.

“Beberapa hari terakhir dia hanya nyeluki (manggil) mbah lanang terus. Mati kok ra ajak-ajak. Begitu terus,” terang Sentot.

Karenanya, pihak keluarga memang menduga aksi nekat gantung diri yang dilakukan Dasiyah diperkirakan karena depresi. Sebab meski usianya sudah tua, selama ini dia juga diketahui tak memiliki riwayat atau menderita penyakit parah yang biasanya menjadi pemicu depresi di kalangan lansia.

“Dugaanya memang depresi. Karena dia juga nggak ada penyakit parah,” tukasnya.

Sementara, Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso menyampaikan dari hasil olah TKP dan visum, memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Karenanya selesai divisum, jasad korban langsung diserahkan ke keluarga yang sudah menerima sebagai musibah. Wardoyo