Genangan Bikin Tanah Bengkok Mangkrak

Genangan Bikin Tanah Bengkok Mangkrak

53
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
MANGKRAK—Tanah bengkok di Desa Tiyaran mangkrak karena tergenang. Tanah tersebut malah digunakan warga untuk pemancingan.

SUKOHARJO—Tanah bengkok di Desa Tiyaran tidak bisa dimanfaatkan. Tanah yang harusnya bisa digunakan untuk bercocok tanam tersebut malah digunakan untuk pemancingan warga.

Kepala Desa Tiyaran, Sunardi mengatakan, terhitung sudah dua tahun tanah bengkok di wilayahnya tersebut mangkrak. Hal tersebut lantaran setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, air yang tertampung tidak bisa dibuang. Akibatnya air menggenang di atas tanah yang seluas 2,5 hektare tersebut.

“Jadi kalau musim hujan seperti saat ini, tanah tersebut pasti banjir. Entah karena apa, aliran air menjadi ngadat semenjak dibangunnya sekolah di samping tanah bengkok. Sebelumnya air masih bisa mengalir meski tidak terlalu lancar,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/4/2017).

Baca Juga :  Manfaatkan Momen Tirakatan untuk Refleksi Kinerja Pemerintahan

Sunardi menerangkan, bangunan sekolah tersebut dibangun sejak tiga atau empat tahun yang lalu. Sementara untuk tanah bengkok sudah dua tahun tidak bisa dimanfaatkan karena saluran irigasi yang tersendat. Lubang untuk pengairan, diakui Sunardi sudah ada, namun kerap tersumbat.

“Saya menjabat lurah sudah 11 tahun ini. Sebelumnya tanah tersebut bisa saya manfaatkan untuk tanam padi. Tapi sekarang hanya bisa dimanfaatkan pada Musim Tanam (MT) II itupun bila curah hujan rendah,” jelasnya.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Tingkatkan Kapasitas Produksi, Ciptakan Produk Baru

Mengenai hal tersebut, pihaknya berharap segera mendapatkan solusi dari pemerintah daerah. Karena bila air dibuang ke selokan jalan, maka tidak akan kuat tertampung karena ukuran selokan sangat kecil. Ia berharap ada solusi irigasi dalam tanah atau alat penyedot air. “Kalau terus-terusan seperti itu ya sama saja tanahnya jadi nganggur,” tukasnya. Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN