JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Goes To Malam Amal from Solo with Love, Terpesona Busana Warisan Nusantara

Goes To Malam Amal from Solo with Love, Terpesona Busana Warisan Nusantara

44
Foto : Dok Astuti K Rizma

Event akbar  Malam Amal from Solo with Love tinggal menghitung hari.  Event yang akan digelar 28 April malam tersebut akan menyajikan kolaborasi peragaan busana, musik dan tari di Ballroom Hotel Alila Solo.

Gelaran Malam Amal from Solo with Love yang merupakan kerja sama antara Harian Joglosemar, Hotel Alila dan Joko SSP ini akan menggandeng sejumlah artis papan atas dan desainer.

Salah satunya adalah desainer Astuti K-Rizma. Mengambil tema Pesona Solo Raya, Astuti memilih warna putih sebagai warna dominan dalam busana yang akan dia tampilkan pada malam fashion show nanti.

Menurutnya, warna putih adalah warna dasar yang sederhana namun tak pernah meninggalkan sisi glamornya.

Warna yang memberikan kesan damai, tenteram sekaligus bersahabat bagi siapa saja yang memakai maupun melihatnya.

“Putih adalah warna yang ramah, dia tidak pandang umur. Dari usia muda sampai yang sepuh tetap memesona ketika berbusana dengan warna putih,” tambahnya.

Astuti berencana akan menampilkan delapan outfit busana siap pakai karyanya. Untuk busana pertamanya, Astuti menampilkan atasan tanpa lengan dengan potongan bawah model v-line dan kerah turtle yang meninggi sepanjang leher.

Material yang digunakan yaitu kain tile lise Perancis berwarna putih dengan taburan payet/permata pada bunganya untuk memberikan kesan glamor.

Atasan tersebut dipadukan dengan bawahan fishtail skirt yang memadukan kain batik tulis motif bunga berwarna pink dengan tile putih.

“Pada salah satu sisi lengan, kami tambahkan rumbai dari payet warna pink sesuai dengan warna bunga pada batiknya. Pemilihan warna pink ini untuk menunjukkan kesan kasih sayang/cinta agar sesuai dengan Solo with Love-nya,” ungkap Astuti.

Untuk busana keduanya, Astuti menunjukkan sisi elegan dari perpaduan tile, broklat dan batik. Atasan lengan panjang dari tile lise Perancis warna putih dengan kerah turtle warna emas yang ditambah dengan taburan payet warna senada.

Kemudian ditambahkan obi dari batik warna pink dan lurik hitam untuk memberikan kesan ramping.

“Yang terakhir adalah penambahan flyer dengan lingkar bawah lima meter dari broklat warna putih dengan lise warna emas dan pink bertabur payet senada untuk kesan elegannya,” jelas Astuti. Atasan glamor tersebut dipadukan dengan bawahan jarik wiru dari kain batik tulis.

Mega Mendung Explore

Sementara itu, Neni Livia akan mengangkat tema Mega Mendung Explore dalam fashion show nanti. Bagi Neni, Indonesia adalah Negara yang kaya akan keragaman budayanya, salah satunya batik. Motif mega mendung merupakan motif khas Cirebon yang menggambarkan sekumpulan awan di langit.

Mengenai filosofinya, motif mega mendung mengandung arti bahwa manusia harus mampu meredam amarah/emosinya sehingga mereka tetap adem meskipun dalam kondisi marah.

“Seperti halnya awan yang muncul saat cuaca mendung yang dapat menyejukkan suasana di sekitar. Melalui busana ini saya berharap pemakai sekaligus orang yang melihat selalu dalam keadaan adem,” ungkap Neni.

Dalam pemotretan yang dilakukan sebelum fashion show kemarin, Neni menampilkan konsep busana ready to wear. Berbahan kain batik tulis motif mega mendung warna biru dan pink, Neni memilih potongan yang simpel dan praktis.

Untuk bajunya terdiri dari two pieces, atasan dan bawahan. Untuk atasan yang warna biru model tank top dengan tambahan potongan motif mega mendung yang dibordir di bagian depan. Sedangkan bawahannya kain dipotong serong sehingga pas badan.

Kemudian busana warna pink dibuat tanpa lengan dengan tambahan asesoris tali dengan motif batik senada yang dikalungkan di leher.

“Bawahannya masih dengan potongan serong namun ada sedikit modifikasi di satu sisi dengan potongan lebih panjang,” jelas Neni.

Penggunaan teknik simple cutting tanpa banyak aksen membuat busana karya Neni terlihat dinamis dan kasual digunakan anak muda. Mereka dapat bergerak dengan bebas saat beraktivitas tanpa perlu ribet.

Kholishotu Syahidah

BAGIKAN