JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Gunungan BH Meriahkan Peresmian Pasar Klewer, Selesai Acara Bisa Diperebutkan

Gunungan BH Meriahkan Peresmian Pasar Klewer, Selesai Acara Bisa Diperebutkan

1271
BAGIKAN
Gunungan BH menjadi salah satu peserta kirab paling menarik dalam peresmian Pasar Klewer oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (21/4). Foto : Ari Welianto

SOLO – Kirab pedagang Pasar Klewer mewarnai peresmian Pasar Klewer oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (21/4/2017).

Kirab sendiri mulai berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB dari pasar sementara di Alun-alun Utara (Alut) Surakarta sampai Pasar Klewer sisi timur.

Ada ratusan pedagang Pasar Klewer yang ikut dalam kirab tersebut, dari Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), P4K dan Pedagang Renteng.

Kirab sendiri dimulai dari barisan seragam prajurit, kemudian disusul Punakawan atau empat tokoh wayang lalu gunungan.

Ada hal yang menarik dalam kirab tersebut, yakni terdapat dua gunungan BH yang di prakarsai oleh pedagang renteng yang berjualan BH, Agung prasojo.

“Ada 960 picis BH yang dibuat gunungan,” ujar Pedagang Renteng Pasar Klewer, Agung Prasojo disela-sela kirab, Jumat (21/4/2017).

Dalam membuat gunungan ini hanya satu hari karena sudah terbiasanya dengan BH. Ini untuk menyemarakan peresmian Pasar Klewer yang sudah selesai dibangun pasca terbakar akhir 2014 lalu.

“Ini satu hari saja jadi tidak lama. Kan selama ini saya dibesarkan dengan BH dan ini untuk menyemarakan peresmian,” imbuhnya.

Nantinya gunungan BH ini bisa untuk direbutkan setelah selesai. “Silahkan saja kalau mau berebut tapi setelah selesai acara,” sambung pria asal Sragen ini.

Humas Persatuan Pedagang Pelataran Pasar Klewer, Fatimah, mengatakan kirab ini gabungan pedagang dari berbagai komunitas di Pasar Klewer untuk boyongan perpindahan pasar.

Sementara itu peresmian Pasar Klewer akan dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi.

Dimana ini setelah selesai dibangun selama kurun waktu dua tahun pasca terbakar 2014 lalu. Untuk anggaran pembangunannya itu semua dari Pemerintah Pusat dan selama proses pembangunan pedagang menempati pasar sementara di Alut.

Ari Welianto