Ikatan Mancing Casting Sukoharjo, Bukan Sekadar Wadah Salurkan Hobi

Ikatan Mancing Casting Sukoharjo, Bukan Sekadar Wadah Salurkan Hobi

134
PAra anggota Ikatan Mancing Casting Sukoharjo saat berkumpul. Foto : Dok IMCS

Di tengah komunitas mancing baru yang mulai bermunculan dan berkembang, Ikatan Mancing Casting Sukoharjo (IMCS) menjadi salah satu komunitas lama yang tetap eksis. Casting adalah teknik memancing yang mengandalkan umpan tiruan.

Komunitas IMCS berdiri sejak Juni 2014 ini pada awalnya hanya sebagai ajang berkumpul para pemancing casting.

Namun kemudian IMCS tumbuh dan berkembang sebagai komunitas yang tidak sekadar mancing tetapi  juga sebagai wadah silaturahmi dan berbagi.

Ketua IMCS, Nur Khalid (36) menyebutkan bahwa dia menemukan keluarga baru di IMCS. “Ketika salah satu dari kami mendapatkan masalah dalam hidup, teman-teman akan aktif memberikan masukan sebagai bahan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kesolidan ini ada karena kami sering berkumpul,” ungkapnya saat ditemui Joglosemar beberapa waktu yang lalu.

Selain berkumpul di sekretariat IMCS yang merupakan rumah Khalid, para anggota sering kopdar menjelang akhir pekan di wedangan seputar Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo.

Ketika mereka berkumpul, biasanya mereka akan membicarakan berbagai hal seperti informasi terbaru seputar dunia mancing, baik itu spot baru, peralatan pancing, maupun kegiatan untuk ke depannya.

Anggota IMCs saat menebar bibit ikan. Foto : Dok IMCS

Mereka juga akan menentukan spot baru untuk mancing pada hari minggunya. Meski memiliki lebih dari seribu anggota tergabung, hanya sekitar lima puluhan saja yang aktif. Dari anggota yang aktif ini pun tidak semuanya bisa rutin mengikuti kopdar IMCS.

“Perbedaan profesi dan kesibukan juga mempengaruhi keaktifan anggota dalam berkegiatan. Namun kami tidak pernah ada paksaan, toh ini adalah sebuah komunitas yang mengumpulkan orang yang sehobi, jadi tidak ada keterikatan yang membebani anggotanya,” ungkap Khalid.

Selanjutnya, anggota yang bisa ikut akan menuju spot yang sebelumnya telah ditentukan. Kecerian dan canda tawa selalu mewarnai pertemuan mereka. Namun tak jarang kritikan atau bully-an juga terjadi.

“Ini karena kita kan juga beda-beda karakter. Kalau boncos saat mancing bareng itu sering di bully. Makanya setiap orang harus selalu legawa menerima, jangan mudah tersinggung,” nasehat Khalid.

Bersih Lingkungan

IMCS tidak hanya berkegiatan untuk anggotanya. Sebagai sebuah komunitas mereka berusaha menunjukkan keberadaannya melalu berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas lain maupun masyarakat sekitar.

1
2
BAGIKAN
  • Nur Khalid Yamani

    Terima kasih sudah menayangkan IMCS dalam edisi Minggu Komunitas