JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Ingin Tau Bahaya Tikus Bagi Kesehatan? Simak Ini!

Ingin Tau Bahaya Tikus Bagi Kesehatan? Simak Ini!

162

Ilustrasi

Mengenal Leptospirosis, Penyakit Kencing Tikus

Penyakit Serius dengan Gejala Awal Mirip Influenza

Cuacana panas dan hujan yang tak menentu seringkali membawa penyakit terutama bagi orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah. Mereka yang sibuk beraktivitas tanpa diimbangi dengan makanan bergizi dan olahraga menjadi sasaran empuk segala jenis penyakit. Sebut saja seperti influenza, demam berdarah dengue, diare, leptospirosis, dan penyakit lainnya.

Dokter RS Islam Surakarta, dr Nurul Fithri Ishvari menyebutkan salah satu penyakit yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat membawa dampak lebih buruk adalah leptospirosis atau sering disebut penyakit kencing tikus. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira ini dibawa oleh hewan seperti tikus, sapi, babi, anjing.

Meski orang yang aktif berhubungan dengan hewan-hewan tersebut lebih berisiko terjangkiti, penyakit ini juga tak jarang menyerang orang pada umumnya. “Kebersihan lingkungan dan (daya tahan) tubuh menjadi syarat agar tak terinfeksi bakteri ini,” tutur Nurul.

Lebih lanjut Nurul menjelaskan, bakteri leptospira keluar dari tubuh hewan melalui urin mereka. Bakteri ini kemudian masuk ke air atau tanah dan bisa bertahan beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui mata, hidung, mulut, atau luka terbuka pada kulit.

Leptospirosis memiliki gejala menyerupai influenza, yaitu demam, nyeri otot, dan pusing. Gejala yang seperti flu inilah yang membuat penderita seringkali tidak mengambil langkah penanganan yang cepat bahkan cenderung membiarkannya saja.

Gejala leptospirosis umumnya berkembang dalam waktu satu hingga dua minggu setelah penderitanya terpapar bakteri ini. Pada penderita dengan daya tahan tubuh kuat akan pulih dalam waktu lima hari atau paling lama satu minggu setelah gejala muncul.

Jangan Dibiarkan

Namun pada penderita dengan daya tahan tubuh lemah gejala leptospirosis yang lebih berat bisa terjadi. Jika tidak segera ditangani, penderita dapat mengalami gagal fungsi ginjal, gangguan fungsi paru-paru, bahkan kerusakan otak.

“Beberapa gejala yang mungkin dialami, yaitu sakit di area dada, pembengkakan pada pergelangan tangan atau kaki, warna kulit menguning atau bagian putih pada mata yang menguning (penyakit kuning), gejala yang menyerupai penyakit meningitis atau radang otak (ensefalitis), seperti kejang, sakit kepala dan muntah,” terang Nurul.

Mengenai pengobatan pada serangan awal, suntikan antibiotik dapat dilakukan untuk membasmi bakteri dan mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat kondisi ini. dr Nurul mengeaskan bahwa antibiotik harus diikuti hingga akhir untuk memastikan semua bakteri hilang sehingga dapat mencegah kemungkinan terulangnya infeksi dari bakteri yang sama. “Pada serangan yang lebih barat, penderita dianjurkan untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” tambahnya. #Kholishotu Syahidah

BAGIKAN