JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Jelang Pelaksanaan Ujian Nasional SMP, Sekolah Diimbau Antipasi Oglangan

Jelang Pelaksanaan Ujian Nasional SMP, Sekolah Diimbau Antipasi Oglangan

75
BAGIKAN
Pelajar Sekolah Menengah Pertama serius mengerjakan soal ujian nasional 2015 tingkat SMP, Selasa (05/05/2015) di SMPN 24 Solo. Foto: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

WONOGIRI—Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP awal bulan depan, pihak sekolah semestinya siap dalam segala hal. Termasuk antisipasi ketika terjadi oglangan atau matinya aliran listrik.

Kesiapan bukan hanya sebatas menyediakan genset sewaktu-waktu terjadi matinya aliran listrik. Lebih penting lagi adalah menyiapkan kondisi psikologis peserta UN, supaya tidak panik ketika mati listrik.

“Jangan sampai terjadi ketika mati listrik, anak-anak (peserta UN) panik. Hal ini jelas mempengaruhi psikis mereka,” tegas Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Wonogiri, Gino, Kamis (20/4/2017).

Sekolah, dipaparkan Gino, mesti dapat mengantisipasi agar kondisi tersebut tidak terjadi. Peserta harus dibiasakan tenang dan mempercayakan soal sarana dan prasarana UN kepada sekolah.

Seandainya terjadi listrik mati, dan genset sudah dihidupkan, namun jaringan internet terputus, sekolah harus tanggap dan sigap dengan mengambil alternatif terbaik. Misalnya, mengganti modem maupun piranti penangkap sinyal internet lainnya.

“Kalau di SMP Negeri 1 Wonogiri, sudah terbiasa ketika mati listrik, kemudian genset dihidupkan dan menjaga jaringan internet tetap lancar. Sehingga kami pastikan tidak terjadi kepanikan,” sebut Gino.

Dituturkan Gino, sebagian besar SMP di Wonogiri memang masih menggelar UN berbasis kertas. Sekolah-sekolah tersebut akan menerima naskah UN dari pusat melalui jalur distribusi dari gudang dinas, posko UN, hingga sekolah bersangkutan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Siswanto, menyebutkan, untuk mengawasi pelaksanaan UN SMP tahun ini, pihak Disdikbud akan melibatkan 3.515 tenaga pengawas ruang ujian.

Menurut Siswanto, UN SMP dan sederajat yang melibatkan sekitar 13.699 peserta bakal diadakan 2-8 Mei 2017 mendatang. Sedangkan ujian susulan pada 22-23 Mei 2017.

Tindak Tegas

Dalam pelaksanaan UN tahun ini khususnya jenjang SMP, hanya ada tujuh sekolah yang sudah siap menyelenggarakan sistem UB berbasis komputer atau UNBK, yakni di SMPN 1 Wonogiri, SMPN 2 Wonogiri, SMPN 1 Wuryantoro, SMPN 1 Baturetno, SMPN 1 Sidoharjo, SMPN 1 Jatisrono, dan SMPN 1 Purwantoro. Sedangkan sisanya dari total sekolah peserta adalah 135 SMP/MTs masih menerapkan UN berbasis kertas dan pensil.

Sementara Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan, jika terjadi kasus kebocoran soal maka akan diusut tuntas karena hal tersebut masuk dalam tindak pidana.

Menurut Bupati, UN tidak boleh dianggap sebagai formalitas. Pasalnya, UN merupakan salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu pendidikan. Juga menjadi dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Serta alat pembinaan bagi satuan pendidikan.

Aris Arianto