JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Keren Nih, Siswa SMPN 4 Wonogiri Rakit Drone Sendiri, Begini Ceritanya

Keren Nih, Siswa SMPN 4 Wonogiri Rakit Drone Sendiri, Begini Ceritanya

366
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto
UJICOBA-Salah satu siswa SMPN 4 Wonogiri menerbangkan pesawat nirawak (drone) di halaman sekolah, Sabtu (8/4).

Pesawat nirawak alias drone, belakangan ini tengah marak dan jadi tren di masyarakat.

Perangkat yang mirip pesawat remote control ini berharga jutaan. Namun siapa sangka, para siswa dari SMPN 4 Wonogiri bisa membuatnya sendiri.

Sebuah benda yang tak biasa terlihat terbang rendah di halaman sekolah SMP Negeri 4 Wonogiri, Sabtu (8/4/2017).

Benda dominan warna merah dan hitam itu tampak melayang-layang dengan empat buah baling-baling. Sementara di dekatnya, terlihat seorang siswa memegang benda yang sepertinya mengendalikan gerak benda tersebut.

Usut punya usut, ternyata benda terbang itu adalah sebuah drone atau pesawat nirawak. Uniknya lagi, drone tersebut merupakan hasil karya siswa sekolah setempat.

Jika banyak orang memilih membeli jadi perangkat yang sering juga digunakan untuk mengambil foto udara tersebut, para siswa bidang robotika dari SMPN 4 Wonogiri, dengan kreativitasnya, memilih merakit sendiri dari nol. Ya, para siswa tersebut secara manual membuat drone tersebut mulai dari bodi pesawat hingga perakitannya.

Disampaikan Kepala SMPN 4 Wonogiri, Sukiman, awalnya pihaknya melihat ada minat dan juga bakat dari siswa didiknya di bidang robotika.

Dari situ, pihak sekolah berinisiatif menawarkan kepada para siswa dan hasilnya, sebanyak 10 anak menyatakan tertarik, hingga akhirnya dibukalah bidang robotik ini.

“Awalnya, karena kami melihat ada minat dan bakat siswa didik di bidang ini. Maka kami kemudian membuka bidang robotika ini,” kata Sukiman, Sabtu (8/4/2017).

Setelahnya, para siswa diarahkan untuk dapat membuat drone sendiri. Walaupun, pesawat tanpa awak itu tidak seluruh bagian-bagiannya dibuat oleh para siswa.

Karena tetap ada sebagian suku cadang yang didapatkan dengan membeli. Kemudian oleh siswa dirakit dengan pendampingan guru.