KPU Harap Angka Partisipasi Naik, Wabup Sragen Sebut Pemilu 2014 Paling Brutal

    KPU Harap Angka Partisipasi Naik, Wabup Sragen Sebut Pemilu 2014 Paling Brutal

    34
    RUMAH DEMOKRASI- Komisioner KPU RI, Fery Kurnia (tengah) didampingi Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto dan Wabup Dedy Endriyatno saat meninjau Rumah Demokrasi KPU Sragen, Sabtu (1/4). Foto : Wardoyo

    SRAGEN – Komisioner KPU RI, Fery Kurnia Rizkiyansyah meminta semua stakeholder terkait utamanya KPU di daerah untuk terus meningkatkan pendidikan politik kepada masyarakat.

    Hal itu dipandang penting untuk meningkatkan kualitas Pemilu dan partisipasi pemilih. Demikian disampaikan Fery saat meresmikan Rumah Demokrasi Sragen di KPU Sragen, Sabtu (1/4/2017).

    Menurutnya sudah saatnya ada kehirauan dari seluruh elemen baik KPU, legislatif, maupun eksekutif untuk memberikan pendidikan politik yang baik ke masyarakat.

    Rumah demokrasi KPU itu diharapkan menjadi bagian pendidikan politik yang penting menjelang Pilgub Jateng 2018 dan Pemilu 2019.

    Untuk Pilgub mendatang, ia berharap angka partisipasi di Sragen bisa naik dari 72 persen menjadi 77,5 persen.

    Fery juga menyoroti peran semua elemen dan stakeholder untuk menyadarkan masyarakat terhadap budaya money politik yang dari waktu ke waktu terus terjadi.

    Baca Juga :  Goes to Malam Amal from Solo with Love, Membawa Ingatan Kejayaan Batik

    Terlebih, mengacu UU 10/2016, sekarang sudah ada sanksi pidana dan denda yang tegas bagi pelaku money politik.

    Tak hanya itu, sanksi bagi kandidat juga bisa lebih fatal karena bisa berimbas pembatalan calon.

    “Harus ada penyadaran ke masyarakat bahwa proses Pemilu itu berkaitan dengan calon-calon pemimpin yang akan mengurusi hajat hidup orang banyak. Jadi harus orang yang benar-benar mumpuni yang dipilih,” paparnya.

    Sementara, Wabup Sragen Dedy Endriyatno menekankan peningkatan angka partisipasi memang penting namun kualitas pemilu dan calon yang dihasilkan pun juga tak kalah penting.

    Baca Juga :  Malam Amal From Solo with Love, Persembahan Memesona Perempuan Solo

    Ia berharap momen Pemilu 2014 yang menurutnya paling brutal sepanjang sejarah, tidak terulang lagi. Di mana kala itu tak hanya antar parpol, antar caleg satu parpol sudah saling menjatuhkan.

    “Semakin dibiarkan, maka syahwat kekuasaan akan lebih mendominasi daripada logika pengabdian. Semua elemen harus satu komitmen. Termasuk penyadaran masyarakat sehingga money politik bisa ditekan,” jelasnya.

    Ketua KPU Sragen, Ngatmin Abbas berharap kehadiran Rumah Demokrasi itu bisa menjadi wadah dan sarana belajar demokrasi serta politik secara lengkap bagi masyarakat.

    Untuk partisipasi pemilih, sejauh ini sosialisasi terus dilakukan terutama ke pemilih pemula serta dengan menggandeng komunitas. Soal target partisipasi 77,5 persen di Pilgub, ia optimis bisa tercapai.

    Wardoyo

    BAGIKAN