Lelang Jabatan Bisa Selamatkan dari Pusaran Suap dan Korupsi

Lelang Jabatan Bisa Selamatkan dari Pusaran Suap dan Korupsi

61
ilustrasi

          Kabupaten Boyolali lagi punya gawe untuk mengisi tiga jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten. Hajatannya berupa Lelang Jabatan, yang diperuntukkan bagi tiga jabatan pimpinan tinggi pratama (PTP) yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

          Sampai hari Rabu (19/4) kemarin, proses lelang jabatan memasuki babak akhir dan total tinggal 12 peserta lelang yang tersisa. Mereka di tahap akhir tersebut dicecar wawancara oleh tim panitia seleksi (Pansel). Masing-masing peserta dipanggil wawancara satu per satu sesuai organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipilih. Masing-masing OPD, jumlah peserta lelang tersisa empat nama yang akan dipilih tiga nama untuk diajukan ke Bupati.

Untuk Disdikbud, peserta lelang yakni Waskitho Raharjo, Darmanto, Hanik Nuril Qoyimah, dan Agrar Mahadi. Kemudian untuk Disporapar terdapat Sri Wiyono, Lusia Dyah Suciati, Wiwis Trisiwi Handayani dan Sunarno. Sementara untuk DLH terdapat Achmad Ghojali, M. Arief Wardianta, Siti Askariyah, dan Totok Eko Yudi Priatmo.

Ketua Pansel Anwar Hamdani menegaskan,  proses wawancara itu sangat penting untuk mengetahui tiga nama yang paling pantas diajukan rekomendasi ke bupati. Dari berbagai indikator penilaian, di antaranya yakni terutama berkaitan dengan loyalitas pejabat terhadap negara, integritas, komitmen, problem solving, serta inovasi dan kreativitas peserta lelang jabatan. Proses pemilihan pejabat di Kabupaten Boyolali ini tampak begitu antusias, dinamis, terbuka dan benar-benar mampu menguji kapabilitas dan kredibilitas calon.

Lelang jabatan, mungkin relatif masih baru untuk menjadi sistem yang digunakan untuk merekrut para pimpinan di jajaran birokrasi pemerintahan. Proses lelang jabatan mulai ngetren sejak Gubernur DKI Jakarta dulu dipegang oleh Joko Widodo (Jokowi). Konsep lelang jabatan banyak mendapatkan reaksi positif dari si calon maupun masyarakat umum.

Proses lelang jabatan diyakini akan mampu menghasilkan seorang pemimpin yang benar-benar kredibel, kapabel dan memiliki kompetensi. Ini logis, karena lelang jabatan dilakukan dengan sistem terbuka dan melalui beberapa tahapan, di mana peserta menjalani screening secara ketat oleh tim panitia seleksi (Pansel). Tim Pansel biasanya  merupakan gabungan dari unsur pemerintahan dan non pemerintahan yang memiliki kemampuan di bidangnya, sehingga kualitas dan netralitasnya bisa dijamin.

1
2
BAGIKAN