Lima Bulan Jualan Pil Koplo, Arifin Akhirnya Diringkus

    Lima Bulan Jualan Pil Koplo, Arifin Akhirnya Diringkus

    246
    Joglosemar | Satria Utama
    Gelar Perkara —Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menunjukkan barang bukti ratusan pil koplo dari hasil penangkapan tersangka Arifin Setiawan saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Karanganyar, Rabu (19/4/2017).

    KARANGANYAR– Satuan Reskrim Polres Karanganyar membekuk Arifin Setiawan (21), pengedar pil koplo yang biasa menjualnya kepada para pelajar. Pelaku yang biasa dipanggil Bonbon warga Kampung Manggung, Cangakan, Kecamatan Karanganyar ditangkap di rumahnya.

    Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, pelaku biasa menjajakan pil koplo di sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar. “Penangkapan pelaku tindak lanjut dari laporan masyarakat,” terang Kapolres saat rilis kasus tersebut di Mapolres Karanganyar, Rabu (19/4/2017).

    Ade Safri menjelaskan, tersangka ditangkap Sabtu (15/4/2017) saat melakukan pengemasan pil hexymer yang dimasukkan ke dalam plastik klip kecil. “Masing-masing plastik (paket) berisi 10 butir pil dan dijual dengan harga Rp 25.000-Rp 30.000 setiap paketnya,” jelas Kapolres.

    Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

    Ade Safri melanjutkan, dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti 38 paket plastik klip dengan isi masing-masing 10 butir pil hexymer, 603 pil hexymer yang disimpan dalam plastik besar, serta 3 pax (tempat pil) dengan ukuran 4×6 sentimeter. Serta uang tunai sebanyak Rp700.000.

    Kapolres menambahkan, pelaku dijerat dengan Pasal 197 dan atau Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp1,5 miliar. Sementara, Arifin mengaku mengedarkan pil tersebut sejak 5 bulan lalu. Ia membeli pil tersebut melalui jejaring sosial dari seorang distributor dari Makasar. Untuk mengelabui petugas, pil itu dipaketkan dengan kemasan makanan ringan. Ia membeli satu paket yang berisi 1.000 pil dengan harga Rp700.000. Dari 1 paket yang berhasil ia jual secara eceran, Arifin mengaku mendapat untung hingga dua kali lipat.

    Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap Ditarget Desember, Tapi Sekarang Baru 22%

    “Untungnya besar, rata-rata pembeli merupakan kalangan remaja dan masih berstatus pelajar,” ungkap Arifin. Satria Utama

    BAGIKAN