JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Lima KK Pilih Bertahan di Lokasi Proyek Parapet

Lima KK Pilih Bertahan di Lokasi Proyek Parapet

38
BAGIKAN
Joglosemar|
Pengendara melintas di salah satu bangunan rumah yang berdiri di bantaran sungai Bengawan Solo, Kamis (29/9).

SOLO – Lima Kepala Keluarga (KK) di bantaran Bengawan Solo, Semanggi masih bertahan meskipun proyek parapet telah berjalan sebulan lebih.

Dari lima KK yang bertahan empat di antaranya mengaku tengah menunggu uang ganti rugi dari pemerintah kota terkait program relokasi.

“Saya di sini nunggu ganti rugi saja, kan katanya bulan April ini cair tapi belum tahu kapan,” ujar salah seorang warga RT 05/RW 03, Mujiyem kepada Joglosemar, Selasa ( 11/4/2017).

Mujiyem mengungkapkan pada bulan Maret kemarin warga dipanggil pihak kelurahan guna membahas biaya ganti rugi. Uang ganti rugi tersebut akan dipakai untuk merenovasi calon rumahnya. Mujiyem mengaku sudah siap pindah hanya saja menunggu uang ganti rugi yang belum juga dicairkan.

Sementara itu tetangga Mujiyem, Tiyem mengaku sudah ikut relokasi. Saat ini dia hanya sekadar menumpang berjualan di tanah bekas teras rumahnya. Tiyem ikut relokasi bersama 120 warga setempat setelah Lebaran 2016 lalu.

“Saya sebenarnya sudah pindah tapi di sini saya numpang jualan saja, dari pada jualan di jalan dilarang Satpol PP mending di sini kan ada tukang proyek,” tutur Tiyem.

Sementara itu Lurah Semanggi, Sularso saat dikonfirmasi sejauh ini pihaknya sudah memberikan data-data warga.

Dia pun mengungkapkan dari pemkot sudah melakukan verifikasi lapangan sesuai dengan data yang dibuat tim Pokja Kelurahan Semanggi. Dia pun tidak menampik jika masih ada warganya yang memilih bertahan di lokasi proyek pembangunan parapet.

“Bulan Maret kemarin diadakan pertemuan guna verifikasi data, kalau masalah ganti rugi itu wewenang pemkot kita hanya memberikan data riil,” tandasnya.

#Kukuh Subekti

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here