JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Mbah Gotho Sempat Berontak Didorong Pakai Brankar di RSUD. Ini Alasannya

Mbah Gotho Sempat Berontak Didorong Pakai Brankar di RSUD. Ini Alasannya

852
Suwarni, cucu Mbah Gotho, manusia tertua dunia asal Cemeng, Sambungmacan, Sragen setia menunggui kakeknya di RSUD SRagen, Kamis (13/4/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Sosok Suparman Sodimejo alias Mbah Gotho, manusia tertua dunia asal Sragen, memang terbilang fenomenal. Tak hanya usianya yang tercatat mencapai 146 tahun hingga akhir 2016 lalu, kakek asal Dukuh Segaran, Cemeng, Sambungmacan itu juga menyimpan cerita-cerita unik soal sikapnya yang terbilang cukup kuat dan keras.

Seperti ketika kondisi badannya tengah lemah akibat mogok makan sejak Minggu (10/4/2017), ia masih ngotot menolak dibawa ke rumah sakit. Bahkan, kepada cucu-cucunya ia malah minta dikeroki saja.

“Mbah Gotho minta dikerokin, sambat (ngeluh,red) perutnya sakit, badannya nggak enak. Dikira masuk angin. Karena selama ini Mbah Gotho kalau masuk angin ya obatnya cuma dikerokin, ” papar cucu Mbah Gotho, Suryanto, Kamis (13/4/2017).

Baru ketika kondisi lemasnya sudah memuncak, pada Rabu (13/4/3017), Mbah Gotho akhirnya terpaksa dibawa ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Akan tetapi, ia tetap bersikeras memberontak ketika hendak didorong pakai brankar atau ranjang pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Sragen.

“Seumur-umurnya Mbah Gotho ya baru kali ini dibawa ke rumah sakit. Selama hidup ya baru kali ini disuntik, dipasangi selang infus. Kemarin itu sempat marah-marah sama perawatnya pas digeledeg. Ya intinya simbah nggak mau dirawat, ” ungkap Suryanto.

Suryanto mengatakan Mbah Gotho pernah bilang ke dirinya bahwa ia memang ingin hidup dan mati ya maunya di rumah. Dia nggak mau dibawa ke rumah sakit.

“Tapi mau gimana lagi, kami juga panik, soalnya simbah juga lemes. Kalau saya biarkan lemes terus nanti malah fatal , ” jelas dia. Wardoyo
\

BAGIKAN