JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Menengok Para Siswa Difabel Mengerjakan UNBK

Menengok Para Siswa Difabel Mengerjakan UNBK

41
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
UJIAN NASIONAL—Siswa Inklusi SMKN 8 Solo mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 8 Solo, Senin (3/4).

Rachmat Budiono merupakan satu di antara siswa kelas 12 SMKN 8 Surakarta yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2016/2017. Rachmad berbeda dengan teman lainnya. Meski demikian, tak membuat Rachmad yang harus menggunakan kursi roda ini patah semangat. Dengan semangat yang tinggi, Rachmat yang masuk dalam sesi pertama yaitu mulai 07.30 WIB hingga 09.30 WIB mengikuti UNBK hari pertama dengan Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia.

Bersama dengan teman lainnya, Rachmat yang mengambil program keahlian seni musik ini mengerjakan soal UNBK di laboratorium yang berisi 40 orang. Seluruh siswa pun terlihat mengerjakan soal dengan sangat serius di komputer masing-masing termasuk Rachmat. Rachmat mengaku dirinya tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan soal-soal ujian tersebut.

“Tidak sulit mengerjakan soal-soal dengan komputer. Sudah pernah beberapa kali latihan juga. Kemudian saya juga dibantu oleh guru pendamping khusus,” terang Rachmat. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 8 Surakarta, Wagimin, di SMKN 8 ada lima siswa inklusi yang mengikuti UNBK. Selain Rachmat, terdapat tiga siswa lain yang merupakan penyandang autis. Sedangkan satu siswa lainnya merupakan siswa tunanetra.

Wagimin menambahkan bahwa Rachmat termasuk dalam daftar peserta UNBK pada sesi pertama. Tiga siswa penyandang autis lainnya mengikuti UNBK pada sesi kedua, sedangkan siswa tunanetra mengikuti UNBK pada sesi ketiga. Untuk kelima siswa inklusi ini, memang ada perlakuan khusus dalam mengikuti UNBK.

“Ada guru pendamping khusus (GPK) dari sekolah luar biasa (SLB) yang mendampingi mereka saat ujian. Untuk yang autis dibantu saat awal memasukkan data, sedangkan bagi siswa tunanetra dibantu dibacakan soal-soalnya,” jelasnya.

Tak hanya di SMKN 8, namun siswa inklusi lainnya juga terdapat di SMKN 9 Surakarta. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Kerja Sama Industri SMKN 9 Surakarta, Sugeng bahwa di SMKN 9 Surakarta ada dua siswa tunarungu dan satu siswa tunadaksa. Seperti halnya siswa lainnya, ketiga siswa tersebut juga tetap mengikuti UNBK.

“Namun bagi siswa tunarungu, khusus ujian Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris, perlakuan khusus hanya untuk sesi listening yang diganti dengan skrip atau teks. Statusnya tetap ikut UNBK,” terang Sugeng. Sedangkan Kepala SMK Sahid Surakarta, Naim Mabruri menambahkan bahwa pelaksanaan UNBK di sekolahnya berjalan lancar. Untuk UN tahun ajaran 2016/2017, di SMK Sahid Surakarta diikuti oleh 160 anak. Pihak sekolah menyediakan dua laboratorium dengan jumlah komputer 68 unit. “Alhamdulillah berjalan lancar dan di hari pertama semua siswa tidak ada yang absen,” kata Naim. Dwi Hastuti

BAGIKAN