Mengejutkan, Begini Curhat Kalapas Sragen Usai Diserang Lemparan Telur Busuk Oleh Sipir

Mengejutkan, Begini Curhat Kalapas Sragen Usai Diserang Lemparan Telur Busuk Oleh Sipir

927
Kondisi Lapas Kelas II A Sragen sudah kondusif pasca insiden penyerangan telur busuk oleh sipir kena sanksi kepada Kalapas, akhir pekan lalu. Foto diambil Rabu (5/4/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen, Rudy Djoko Sumitro akhirnya angkat bicara perihal insiden lemparan telur busuk terhadap dirinya yang dilakukan oleh seorang sipir, Imam Wahyudi, akhir pekan lalu. Selain membantah tudingan otoriter, ia juga menyayangkan tindakan yang sudah mengarah pada penyerangan yang dilakukan bawahannya tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Rudy saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/4/2017). Ia mengatakan sanksi pengasingan tiga sipir, termasuk Imam, ke Kanwil Kemenkumham Jateng terpaksa dijatuhkan lantaran mereka dinilai melanggar kode etik dan indisipliner.

Menurutnya sanksi itu juga sudah melalui tahapan pemeriksaan dan berita acara resmi. Justru ia menyayangkan tindakan nekat Imam yang meluapkan amarahnya dengan melempar telur busuk.

Baca Juga :  Kisruh Lelang Proyek Jalan di Sragen, Ini Hasil Konsultasi ke Jakarta

“Untung saja, pegawai yang lain sigap menangkis sehingga tidak kena saya. Telur itu akhirnya melambung ke atas dan jatuh di tempat yang lain. Tapi kawan-kawan ini merasa terhina dan nggak nyaman,” paparnya kemarin.

Ia menegaskan bahwa sanksi itu sebenarnya bukan tindakan Kalapas pribadi. Akan tetapi ia hanya menjalankan instruksi dari Kanwil dan Menteri yang meminta untuk memerangi narkoba di Lapas.

Sebagai pimpinan, ia sebenarnya tak tega untuk mencelakakan bawahannya. Terhadap ketiganya, menurutnya juga sudah berkali-kali diberikan pembinaan dan diingatkan. Perihal pelanggaran Imam yang disebut-sebut terlibat narkoba, Rudy tidak menampik.
.
Ia hanya berharap masyarakat bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang tidak. Termasuk kebijakan yang selama ini sudah dilakukannya untuk membersihkan Lapas Sragen dari pungli, peredaran narkoba dengan memindahkan puluhan bandar dan napi narkoba ke Lapas lain.

Baca Juga :  Rekanan Lolos Kisruh Proyek Sragen Diminta Dikaji Ulang

“Banyak napi bandar yang kami pindahkan ke Nusakambangan agar tidak mempengaruhi pegawai kami. Coba apa tindakan saya itu salah,” ujarnya. #Wardoyo

BAGIKAN