JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kuliner Menggoda di SICF 2017, Mencicipi Nasi Wiwit Khas Boyolali

Menggoda di SICF 2017, Mencicipi Nasi Wiwit Khas Boyolali

143
BAGIKAN
KULINER TRADISIONAL –Stan Nasi Wiwit Boyalali yang mengikuti SICF 2017 di Stadion Manahan, Solo Jumat (7/4). Foto : Joglosemar/Kiki DS

Berwisata kuliner dalam gelaran Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2017 yang sedang berlangsung di stadion Manahan, Solo, tak akan lengkap rasanya  bila tak mencicipi makanan tradisional daerah yang kini sudah langka alias jarang ditemukan.

Dari ratusan stan yang menghampar dalam event itu, adalah Stan Nasi Wiwit Boyolali Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali yang berada di ujung sebelah barat.

Stan ini ramai pengujung yang sedang menyantap menu tersebut. Tampak pula pengunjung yang justru asyik bertanya dan sesekali memotret.

“Nasi Wiwit itu istimewanya di mana ya mbak,” terdengar celetukan pengunjung cewek bernama Tania,  bertanya kepada penjualnya yang masih muda.

Penuh kesabaran dan ketelatenan, Dina Utami (31), penjual nasi wiwit itu menjelaskannya. Dina sendiri adalah generasi ketiga yang mencoba melestarikan makanan khas Boyolali itu dengan mengikuti gelaran festival kuliner di manapun bersama sang ibu.

“Jadi ini kedua kalinya kami ikut di SICF ini. Efek mengikuti acara kayak gini ternyata bagus, bisa buat memperkenalkan nasi wiwit, berjualan dan ternyata omzetnya cukup bagus,” ujarnya ketika disambangi Joglosemar, Jumat (7/4/2017) lalu.

Menurut Dina, pada tahun ini ia membuka  stannya hanya pada siang hari sampai menjelang Magrib. Pemasukan  yang diperoleh pun menggembirakan.

Pada hari pertama pembukaan saja,dalam beberapa jam buka ia bisa mengantongi Rp 1 juta lebih dengan harga jual per porsi Rp 10.000.

Menjelang makan siang dan makan malam, biasanya pengunjung akan memadati stannya. Tak mengherankan bila ia pun menyiapkan meja dan kursi tersendiri di dekat stan sebagai tempat makan konsumennya.

Rasa penasaran akan sejarah dan cita rasa nasi wiwit inilah yang diakui Dian,turut mendongkrak pemasukan saat ikut festival. Tak sedikit yang bertanya apa itu nasi wiwit.

“Nasi wiwit itu kan khas Boyolali yang biasanya dibuat untuk mengawali perayaan babat pari (panen padi, red). Biasanya dibuat banyak, terus disajikan di alas daun pisang dan dimakan bersama-sama,” ujarnya.