Nekat Gunakan Lapak Permanen, Satpol PP Sukoharjo Ancam Laporkan PKL Bandel

Nekat Gunakan Lapak Permanen, Satpol PP Sukoharjo Ancam Laporkan PKL Bandel

51
ilustrasi penertiban PKL di Sukoharjo. Foto : Dynda Wahyu WArdhani

SUKOHARJO—Satpol PP Sukoharjo memastikan bakal menindak tegas pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di tepi jalan Suwarno Honggopati, Desa Langenharjo.

Pasalnya, hingga Surat Peringatan (SP) kedua diterbitkan, para PKL masih nekat menggunkan lapak permanen dan tidak mengganti dengan lapak bongar pasang.

“Bila memang para pedagang masih tidak menuruti aturan, maka kami akan membawa persoalan ini ke pengadilan,” ucap Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Sukoharjo, Karyono, Kamis (20/4/2017).

Ia mengatakan, sebelum maju ke meja hijau, pedagang masih akan diberikan SP untuk kali ketiga. Menurutnya, selama ini para pedagang membandel lantaran masih mempertahankan lapak dagangan permanennya.

Baca Juga :  Manfaatkan Momen Tirakatan untuk Refleksi Kinerja Pemerintahan

Padahal sesuai ketentuan, para PKL masih bisa berjualan di kawasan tersebut, namun harus menggunakan lapak bongkar pasang agar tidak mengganggu keindahan lingkungan.

“Sebelumnya kami sudah membongkar beberapa lapak permanen yang tidak dipakai. Hal tersebut sebagai peringatan halus kepada pedagang,” ungkapnya.

Peringatan juga diberikan kepada para PKL di sepanjang trotoar ruas Jalan Jenderal Sudirman.

Para pedagang diminta untuk mencari lokasi lain lantaran lokasi tersebut harus steril dari PKL. Karyono berharap, para PKL bisa segera pindah secara mandiri daripada dipindah secara paksa.

“PKL tersebut berada di wilayah Mitra Swalayan sampai rumah dinas bupati. Lokasi tersebut harus tertata rapi dan bersih dari PKL untuk menunjang penilaian Adipura Sukoharjo,“ imbuhnya.

Baca Juga :  Resmi Daftar Cagub Jateng, Wardoyo Terharu Mendapat Banyak Dukungan

Sementara itu, salah satu pedagang di trotoar Jalan Jendral Sudirman, Karno mengatakan, bila memang nanti harus segera pindah, maka dia akan lebih memilih untuk berjualan dengan berkeliling. Lantaran ia mengaku tidak tahu harus pihdak ke mana nantinya.

“Saya berdagang di sini sudah sembilan tahun. Kalau disuruh pindah ya bingung mau pindah di mana. Semoga saja bila pindah nanti penghasilan akan tetap sama,” harapnya.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN