JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ngebut, Gasak Tiang Listrik, Pelajar Asal Gesi, Sragen Tewas Dengan Kepala Pecah

Ngebut, Gasak Tiang Listrik, Pelajar Asal Gesi, Sragen Tewas Dengan Kepala Pecah

6083
Ilustrasi

SRAGEN- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Gesi-Sukodono tepatnya di depan SMPN 1 Gesi, Jumat (7/4/2017) malam. Seorang pelajar SMA tewas seketika setelah sepeda motornya mengalami selip dan kemudian menabrak tiang listrik yang ada di tepi jalan.

Korban diketahui bernama Nanang Wahyu Oktaria (15) asal Dukuh Tirtomulyo, RT 13, Gesi, Kecamatan Gesi. Kecelakaan dipicu oleh aksi mengemudi korban yang diduga memacu dalam kecepatan tinggi sehingga motor lepas kendali.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan maut itu terjadi pukul 21.30 WIB. Malam itu korban mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja bernopol AD 6059 IE.

Menurut sejumlah saksi mata, korban melaju dari arah barat atau Sukodono menuju Gesi. Kebetulan situasi arus kendaraan malam itu agak sepi.

Korban pun terlihat memacu motornya sangat kencang. Bahkan saking kencangnya, sesampai di depan SMPN 1 Gesi ia gagal mengendalikan motornya.

Motor yang dikendarainya mendadak oleng ke arah kiri dan kemudian selip. Malang tak dapat ditolak, motor kemudian menghantam tiang listrik yang ada di tepi jala .

Benturan keras membuat sepeda motor korban ringsek bagian depan. Sementara korban sendiri mengalami luka parah dan kepala pecah. Pelajar itu pun meregang nyawa seketika.

“Informasi yang kami terima, korban ini ngebut dari arah barat. Mungkin saking kencangnya sehingga gak terkendali. Nabrak tiang listrik dan meninggal di lokasi kejadian,” papar Ketua Tim Sukarelawan PMI Sragen Endro, Sabtu (8/4/2017).

Kasatlantas Polres Sragen AKP Dwi Erna Rustanti melalui Kanit Laka Iptu Sudarmaji membenarkan adanya kecelakaan itu. Menurutnya sesaat setelah menerima laporan tim langsung terjun melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban.

“Sepeda motor oleng sebelum kemudian jatuh ke kiri. Korban memang meninggal dunia,” jelasnya.

Dari hasil identifikasi, pelajar tersebut ternyata belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Seusai divisum, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (Wardoyo)