JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Parkir Sembarangan Hambat Perjalanan KA di Depan BTC

Parkir Sembarangan Hambat Perjalanan KA di Depan BTC

118
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PENCABUTAN IZIN PARKIR—Railbus Batara Kresna melintas di Jalan M Sunaryo, Solo, Jumat (31/3). Dinas Perhubungan Kota Surakarta akan mencabut ijin pengelola parkir di Jalan M Sunaryo jika terjadi pelanggaran parkir di atas rel kereta api.

SOLO – Intensitas gangguan perjalanan kereta api Railbus Batara Krisna karena parkir sembarangan di ruas Jalan M Sunaryo akhir-akhir ini menuai reaksi. Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta mengancam akan mencabut izin parkir dan kembali memberlakukan kawasan itu bebas parkir jika persoalan itu masih terjadi.

Hal itu ditegaskan Kepala UPTD Perparkiran Dishub Kota Surakarta, M Usman. Dijelaskan dia konsep awal manajemen lalu lintas penataan wilayah kawasan Jalan M Sunaryo atau depan Beteng Trade Centre (BTC) dan Pusat Grosir Solo (PGS) steril dari parkir. Untuk itu, disediakan kantong-kantong parkir untuk sepeda motor termasuk parkir becak tak jauh dari lokasi itu, yakni di kompleks Benteng Vastenburg.

“Namun berjalannya waktu, PKL di sana mengeluhkan turunnya omzet dan mereka minta kebijakan untuk disediakan parkir. Pun sama dengan becak, mereka minta parkir di dekat PGS dan BTC dengan pertimbangan mereka telah mengetahui jadwal lewatnya KA,” ujarnya usai rapat koordinasi pencegahan pelanggaran parkir di atas rel kereta api Jalan Mayor Sunaryo, Jumat (31/3/2017). Atas permintaan itu dan pertimbangan kemanusiaan, lanjut Usman, akhirnya disepakati untuk tidak memberlakukan kawasan steril parkir di atas rel kereta api di Jalan M Sunaryo.

Hanya saja dengan semakin seringnya terjadi pelanggaran parkir sehingga menghambat perjalanan kereta api, Dishub mengaku akan bertindak tegas untuk mencabut izin parkir dan kembali menerapkan larangan parkir di atas rel kereta api.

“Sampai batas waktunya jika kembali terjadi peristiwa serupa yaitu pelanggaran parkir di atas rel, maka izin bisa dicabut. Jangan sampai terjadi hal yang sama (parkir hingga menghambat perjalanan kereta). Itu berarti tidak ada kepedulian dari masyarakat. Penegakan hukum yang akan kami lakukan yaitu menerapkan larangan parkir atau mencabut izin parkir,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Dishub juga berencana untuk mengintervensi manajemen BTC tentang penyediaan slot parkir taksi agar tidak ada lagi parkir di atas rel KA. Dikatakan Usman, sebelumnya terdapat slot parkir taksi di dalam kawasan tersebut. Namun berjalannya waktu, lanjutnya, slot parkir taksi sudah ditiadakan. “Padahal faktanya keberadaan taksi mampu menarik atau merangsang kedatangan masyarakat terutama dari luar kota,” ungkapnya.

1
2
BAGIKAN