JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Paskah Ala GSJ Imanuel Boyolali, Bagi-bagi 2017 Butir Telur Asin CFD

Paskah Ala GSJ Imanuel Boyolali, Bagi-bagi 2017 Butir Telur Asin CFD

49
BAGIKAN
Joglosemar | Ario Bhawono
BAGI TELUR—Perayaan Paskah di Boyolali salah satunya diperingati dengan pembagian ribuan telur ke pengunjung CFD, Minggu (16/4-2017).

BOYOLALI— Jemaat Gereja Sidang Jemaat (GSJ) Imanuel Boyolali punya cara tersendiri untuk memperingati Hari Paskah. Mereka mebagi-bagikan telur di gelaran Car Free Day (CFD) setelah melaksanakan kebaktian, Minggu (16/4/2017).

Pembagian telur Paskah tersebut langsung disambut ratusan pengunjung CFD di dekat lokasi gereja di timur Pasar Kota Boyolali itu. Tanpa membeda-bedakan, ribuan telur tersebut dibagikan ke seluruh pengunjung. Sambutan hangat pun juga datang dari sebagian besar pengunjung CFD yang beragama Islam.

Sebagian sempat enggan lantaran dikira telur jualan. Tapi, setelah mendapat penjelasan bahwa telur tersebut merupakan telur Paskah dan gratis, Sebanyak 2017 butir telur yang dibagikan dalam kesempatan itu ludes diserbu diserbu para pengunjung CFD. Komunikasi pun terjalin hangat dan membuktikan masyarakat Boyolali sebagai masyarakat yang toleran.

Kondisi tersebut yang diharapkan Kris Handrika Imanuel Raharjo, Pendeta Muda GSJ Imanuel yang memimpin aksi pembagian telur gratis itu. “Harapan kami dengan Paskah ini, jangan sampai ada perpecahan atau permusuhan khususnya di Boyolali. Mari bersama-sama membangun bangsa dalam keutuhan NKRI,” terang Handrika.

Perayaan Paskah bagi umat Kristiani merupakan peringatan kebangkitan. Dengan semangat kebangkitan ini, umat Kristiani juga berharap agar kerukunan dan toleransi khususnya di Boyolali terus terjaga. Setidaknya, pembangunan lima tempat ibadah di kawasan komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, dapat menjadi cermin kerukunan umat beragam di Boyolali.

Sementara itu salah satu pengunjung, Suci (23), warga Boyolali, mengaku senang dan menghargai pembagian telur Paskah tersebut. Menurut dia, di Boyolali selama ini kehidupan beragama berjalan rukun damai dan saling menghargai.

“Harapannya seterusnya seperti itu, kan kalau saling menghargai hidup ini akan damai,” ujar gadis berjilbab itu. #Ario Bhawono