Pejabat Dinas Pendidikan Klaten Disebut Jadi Aktor Intelektual Penangkapan Sri Hartini

Pejabat Dinas Pendidikan Klaten Disebut Jadi Aktor Intelektual Penangkapan Sri Hartini

2103
Sebelum mendatangi komplek Pemkab Klaten, petugas KPK lebih dulu mendatangi rumah dinas Bupati Klaten, Minggu (1/1/2017) siang hingga malam. Foto : Dani Prima

KLATEN—Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terhadap Bupati Klaten Nonaktif, Sri Hartini dinilai sudah direkayasa.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi pernyataan saksi di persidangan terdakwa Suramlan di Pengadilan Tipikor Semarang pada Rabu (19/4/2017).

Pengacara Sri Hartini, Deddy Suwadi menduga ada aktor intelektual dibalik penangkapan pada 30 Desember 2016 itu. Dia menyebut aktor tersebut pejabat  dari Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten.

“(OTT KPK) Itu seperti sudah disetting. Saat itu kan Dirno telepon Bambang, Dirno datang, terus tim KPK datang. Jadi seolah sudah di-ini-kan, KPK sudah dikasih tahu nanti akan ada begini. Kalau uang yang nyari Bambang, yang ngasihkan Bambang, yang paling tahu sendiri kapan uang diserahkan (ke Sri Hartini) itu kan Bambang,” katanya, Kamis (20/4/2017)

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Dirno yang dimaksud Deddy adalah Sudirno, Sekretaris Disdik Klaten. Adapun Bambang adalah Bambang Teguh, Kepala Bidang SD Disdik Klaten.

Dalam persidangan Suramlan, Rabu (19/4/2017) lalu, Bambang mengaku diminta Hartini mencarikan orang-orang yang akan mengisi sejumlah jabatan karena adanya perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK).

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Bambang juga mengaku sering ditelepon Hartini untuk menagih kekurangan uang syukuran dari tersangka Suramlan.

Menurut Deddy, Sri Hartini sebagai bupati baru yang belum genap setahun menjabat tidak memahami tradisi terkait mutasi dan promosi jabatan.

“Yang paham itu kan orang-orang lama. Ibu Sri Hartini itu cuma duduk manis, tidak kenal sama mereka (yang memberikan uang syukuran). Paling banyak kan dari Disdik. Sama Suramlan saja tidak berhubungan. Ini ada aktor intelektual yang sengaja (menjebak), sampai aktif mencarikan pinjaman,” jelasnya.

1
2
BAGIKAN