JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Pembobol Indomaret Boyolali Ditangkap Polisi, Hasil Curian Ternyata Buat Bayar Hutang

Pembobol Indomaret Boyolali Ditangkap Polisi, Hasil Curian Ternyata Buat Bayar Hutang

366
BAGIKAN
ilustrasi perampokan terekam cctv. Foto : Rudi Hartono

BOYOLALI—Dua pelaku pencurian minimarket di Boyolali, berhasil dibekuk jajaran Polres Boyolali. Keduanya saat ini sudah ditahan untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Dari keterangan tersangka, hasil pencurian tersebut sebagian dijual untuk digunakan membayar angsuran hutang bank.

Dua tersangka tersebut yakni Mahfud (33) dan Subadi, keduanya merupakan warga Dukuh/Desa Tanduk, Kecamatan Ampel. Keduanya ditangkap lantaran membobol Indomaret yang ada di desa setempat awal Maret kemarin.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andi mengatakan, pembobolan Indomaret tersebut terjadi dini hari sekitar pukul 01.15 WIB. Saat itu Ponsel pelapor, yakni Joko Wahyono, warga Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, berbunyi tanda bahaya di alarm toko.

Hanya saja saat itu pelapor tengah tidur dan baru terbangun pagi hari, dirinya kaget mendapati alarm tanda bahaya tersebut.

Pagi itu dia pun lantas ke toko untuk memeriksa. Benar saja, toko Indomaret tempatnya bekerja sudah dibobol maling. Setidaknya terdapat 53 jenis barang yang hilang.

Pelaku diduga masuk ke dalam toko dengan melalui eternit. Barang yang hilang di antaranya rokok dan susu kaleng. Kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi untuk penyelidikan.

Sementara itu dari hasil penyelidikan, termasuk dari gambar kamera CCTV, petugas kemudian berhasil menangkap dua pelaku. Keduanya pun langsung ditangkap dan ditahan di Mapolres Boyolali untuk pengembangan.

“Ternyata dari pengakuan tersangka, mereka juga sudah pernah membobol minimarket tahun lalu,” ungkap Kapolres.

Dari tangan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Namun sebagian besar barang terutama rokok yang dicuri sudah dijual. Sedangkan uangnya sebagian untuk membayar angsuran hutang ke bank.

Atas kasus pencurian tersebut, pihak minimarket mengalami kerugian hingga Rp 12 juta. Sementara kedua tersangka saat ini dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Ario Bhawono