JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Pembobolan Toko Diesel di Ngrampal, Polisi Dalami Kemungkinan Keterlibatan Orang Dalam

Pembobolan Toko Diesel di Ngrampal, Polisi Dalami Kemungkinan Keterlibatan Orang Dalam

182
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Pihak kepolisian terus mengintensifkan pengusutan terhadap kasus pembobolan toko alat berat dan mesin, Sido Semi Diesel di Dukuh Bendungan RT 13, Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal dua hari lalu.

Selain menengarai pelakunya lebih dari satu orang, polisi juga mengintensifkan penyelidikan terkait kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kapolsek Ngrampal AKP Budiyono, Kamis (7/4/2017).

Ia mengatakan, sejauh ini memang belum ada petunjuk atau titik terang yang mengarah ke identitas pelaku pembobol toko besar tersebut.

“Kami masih mengintensifkan penyelidikan dan pendalaman. Selain saksi-saksi, kita juga terus menggali data di lapangan. Mudah-mudahan bisa segera terungkap,” paparnya.

Menurut Budiyono, pencurian besar-besaran yang menimpa toko milik Gekok Krisanto (54), warga Sragen itu memang bukan kali pertama terjadi.

Beberapa tahun lalu, toko yang sama juga pernah menjadi sasaran pencurian dan pelaku juga menggasak puluhan peralatan mesin dari toko tersebut.

Melihat banyaknya barang dan mesin berukuran besar yang diambil para pencurian, ia menduga kemungkinan pelaku memang menggunakan sarana kendaraan roda empat untuk beraksi.

“Mungkin pakai truk. Karena yang dibawa mesin-mesinnya banyak,” terangnya.

Pengusutan juga dilakukan untuk penyelidikan kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam. Sebab, secara jumlah sebenarnya toko tersebut memiliki banyak karyawan.

Terlebih selama ini, kabar yang beredar hubungan antara pemilik toko dengan karyawan serta lingkungan juga dinilai kurang begitu baik. “Kita juga akan menyelidiki rekaman CCTV kalau ada. Kemarin tim yang terjun ke sana,” tukasnya.

Toko peralatan berat dan mesin-mesin itu dibobol komplotan pencuri pada Senin (3/4/2017) dini hari.

Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang, menggasak empat mesin pompa air, satu unit mesin cucian motor, enam unit mesin chain saw, lima unit mesin genset, dan satu unit mesin pemotong atau cut off.

Tidak hanya itu, para pelaku juga menggondol satu unit mesin dinamo penggerak, satu unit mesin kompresor, dan satu unit laptop.

Uang tunai Rp 2,4 juta yang ada di dalam laci juga tak luput dibawa kabur. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material mencapai Rp 40 juta.

Wardoyo