Pesta Demokrasi Tingkat RT di Sragen Terindikasi Gunakan Money Politic, Uang Tembakan...

Pesta Demokrasi Tingkat RT di Sragen Terindikasi Gunakan Money Politic, Uang Tembakan Capai Rp 100.000

251
ilustrasi

SRAGEN – Praktik money politic atau politik uang rupanya sudah semakin menggejala di setiap ajang pesta demokrasi.

Tidak hanya di tataran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Kepala Desa (PIlkades), ajang pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) pun kini juga sudah mulai ternodai oleh praktik bagi-bagi uang.

Fenomena money politic di ajang Pemilihan Ketua RT itu ditemukan terjadi di sejumlah desa di beberapa kecamatan yang menggelar pemilihan RT secara bertahap belum lama ini.

Informasi yang dihimpun Joglosemar di lapangan, praktik money politic di pemilihan RT itu ditemukan ada di Kecamatan Tanon, Masaran, Sidoharjo bahkan hingga Sragen Kota.

Baca Juga :  Sekda Imbau PNS Sragen Hentikan Penarikan Tabungan

Besaran uang pemikat yang dibagikan calon bervariasi. Untuk Pilihan RT di wilayah desa, nominalnya antara Rp 20.000-Rp 50.000. Namun untuk wilayah yang calonnya ketat dan persaingannya sengit, tak jarang nominal ”tembakannya” bisa mencapai Rp 100.000, bahkan lebih. Tidak hanya bagi-bagi uang, pemilihan di beberapa lokasi juga sampai melibatkan tim sukses untuk mencari massa.

“Kalau di sini kemarin, yang incumbent sore sebelum pilihan membagi Rp 20.000 ke warga. Yang membagi istilahnya kader atau tim suskesnya. Akhirnya, dia terpilih lagi karena nggak ada calon yang berani maju,” papar Hadi, salah satu warga Desa Kecik, Kecamatan Tanon.

Baca Juga :  Demi Temui Jokowi, Penjual Susu Kedelai Asal Sragen ini Rela Jalan Kaki Sragen-Jakarta

Di desa tersebut, persaingan panas terjadi di Dukuh Kaping. Selain jor-joran tembakan yang nominalnya sampai Rp 100.000, persaingan dua kandidat juga sangat ketat dan keras sehingga sampai tiga kali ditunda hampir dua pekan lebih karena dua pemilihan pertama hasilnya imbang.

Dari penuturan sejumlah tokoh masyarakat setempat, pada pemilihan pertama dan kedua, dari total 40 warga yang mencoblos, hasilnya sama-sama masih 20 suara.

Baru pada pemilihan ketiga, salah satu kandidat akhirnya mau mengalah sehingga bisa ada pemenang.

1
2
BAGIKAN