JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sragen Kembali Tangkap Pelaku Illegal Loging, 100 Batang Kayu Langka Diamankan

    Polres Sragen Kembali Tangkap Pelaku Illegal Loging, 100 Batang Kayu Langka Diamankan

    77
    BAGIKAN
    Kayu hasil illegal loging yang diamankan Polres Sragen, Selasa (11/4). Foto : Wardoyo

    SRAGEN—Jajaran Resmob Polres Sragen kembali menggerebek sebuah truk yang mengangkut kayu hasil tindak pidana penebangan liar atau illegal logging, Selasa (11/4/2017).

    Sebanyak 100 batang kayu langka jenis sonokeling berhasil diamankan dari sebuah truk bersama dua orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

    100-an kayu bernilai jual tinggi itu diamankan saat diangkut truk Mitsubishi bernopol E 1613 D yang dikemudikan Harun Al Rasyid (34), warga Dukuh Klayu RT 3, Desa Jekani, Kecamatan Mondokan.

    Pemilik kayu, Darmo Wiyanto alias Yanto (58), warga Dukuh Dawangan RT 17, Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo yang ikut menumpang truk, juga langsung diamankan.

    Informasi yang dihimpun di lapangan, penggerebekan berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Truk ditangkap saat melintas di pertigaan Dukuh Bulu, Desa Purwosuman, Sidoharjo.

    “Berdasarkan informasi warga, ada kendaraan yang akan mengirim kayu tanpa dokumen. Tim langsung kita siagakan dan setelah truk yang dicurigai melintas, dilakukan penggeledahan. Saat dibuka, ternyata bermuatan 100-an kayu gelondongan jenis sonokeling, tapi pemilik tidak bisa menunjukkan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH),” papar Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso.

    Karena tidak dapat menunjukkan dokumen resmi, truk langsung digelandang ke Mapolres. Sedangkan pengemudi dan pemilik ditetapkan sebagai tersangka.

    Saat ini barang bukti 100-an batang kayu sonokeling berbagai ukuran itu diamankan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

    Berdasarkan keterangan tersangka, kayu curian itu ditengarai berasal dari hutan Perhutani wilayah Mondokan. Menurut rencana, oleh tersangka kayu itu hendak dikirim ke daerah Gunungkidul, DIY.

    Guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, kedua tersangka bakal dijerat pasal 83 ayat (1) huruf (b) juncto pasal 12 huruf-e UU RI No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.

    Wardoyo