Proyek Parapet Bengawan Solo Tidak Menyeluruh

Proyek Parapet Bengawan Solo Tidak Menyeluruh

74
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PROYEK PARAPET—Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan parapet Sungai Bengawan Solo di kawasan Jurug, Solo, Kamis (20/4/2017).

SOLO – Pembangunan parapet di Bengawan Solo tidak akan dilakukan penuh sebagai proyek pengendalian banjir. Pasalnya beberapa titik mulai Joyosuran hingga Gulon sudah terdapat tanggul yang dinilai cukup efektif menghalau luapan sungai.

“Tidak seluruh daerah Sungai Bengawan Solo dari Mojo sampai Jurug itu dibangun parapet. Prinsipnya itu meningkatkan kapasitas tanggul,” terang Kuasa Pengguna Anggaran Pelaksana Jaringan Sumber Air PJSA Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Untoro Kurniawan kepada wartawan, Kamis (20/4/2017).

Wilayah yang sudah terdapat tanggul Q50 itu di sebagian berada di daerah Pucangsawit, Pintu Putat, Sewu sampai daerah Demangan. “Jadi proyek parapet itu tidak menyeluruh hanya di spot-spot yang memungkinkan saja. Yang Joyosuran sampai Gulon itu satu paket, yakni proyek paket 2 dan tengah berlangsung. Target 2018 nanti sudah bisa selesai untuk proyek pengendali banjir di Bengawan Solo,” kata dia.

Baca Juga :  Realisasi Jembatan Kembar Dipertanyakan

Untoro menjelaskan proyek paket dua tidak hanya membangun parapet saja tapi juga kelengkapannya, seperti perbaikan pompa air dan pintu air. Kesemuanya itu, lanjut dia, dibangun selama tiga tahun mulai 2016 sampai 2018 nanti.

Untuk tahun pertama 2016 lalu anggaran yang terserap itu sekitar Rp 10 miliar. Tahun 2017 sebesar Rp 90 miliar sedangkan sisianya Rp 111 miliar untuk 2018. “Ada aturan kalau di tahun 2017 ini anggaran Rp 90 miliar tidak terserap atau yang terserap hanya Rp 50 miliar maka Rp 40 miliar itu hangus tidak bisa digunakan di tahun berikutnya. Jadi masuk kas daerah, makanya kita berharap agar relokasi warga bantaran itu bisa segera selesai,” paparnya.

Baca Juga :  19 Siswa Penerbang Lanud Adi Soemarmo Lulus Tahap I

Sementara itu Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menyatakan jika parapet ini untuk mengantisipasi banjir di wilayah sekitar Bengawan Solo. Untuk masalah warga yang masih berada di bantaran sungai secepatnya akan diproses, sehingga proyek parapet bisa berjalan lancar. “Kita sedang proses warga bantaran untuk di relokasi. Adanya parapet ini untuk antisipasi banjira,” pungkasnya.

#Ari Welianto 

 

BAGIKAN