“Pulau” di Dam Colo Timur Akan Dikeruk

“Pulau” di Dam Colo Timur Akan Dikeruk

51
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
PULAU SEDIMENTASI– Tampak sedimen yang membentuk pulau di wilayah Dam Colo Timur. Pulau tersebut direncanakan akan dikeruk oleh Pengelola Dam Colo pada Mei – Juni mendatang. Foto diambil Senin (10/4).

SUKOHARJO – Daya tampung air di Dam Colo Timur terkendala dengan adanya sedimen yang membentuk pulau di wilayah tersebut.

Pengelola Dam Colo pun berencana akan mengeruk sedimen secara total yang saat ini digunakan warga sebagai lahan pertanian tersebut.

“Kami berencana mengeruk sedimen pada Mei-Juni mendatang. Kami pun akan melakukan sosialisasi kepada warga yang menggunakan lahan tersebut,” ucap Kasubdiv IV Jasa Asa III/2 Achmad Syuhairus Syam, Senin (10/4/2017).

Ahmad mengatakan warga yang menggunakan lahan tersebut sebenarnya tidak memiliki izin khusus. Pihaknya selama ini tidak pernah memberikan perizinan maupun larangan mengenai penggunaan lahan tersebut.

Baca Juga :  Pelaku Pelempar Bom Molotov di Gentan Diduga Mabuk

Namun bila nantinya dikeruk, ia memperkirakan warga tidak bakal kehilangan mata pencaharian lantaran akan menjadi pengrajin batu bata.

Ia menjelaskan hasil dari pengerukan pulau sedimen ini sebagian akan dibuang ke hilir dan sebagian lagi bisa dimanfaatkan warga dan pihak pengelola Dam Colo untuk membuat batu bata. Ia mengaku sudah pernah mencoba hal tersebut dan hasilnya pun bagus.

“Kami meminta data dari pihak Desa Sendangijo, Selogiri, Wonogiri siapa saja warga yang memanfaatkan lahan di sana. Bila memang rencana pembuatan batu bata bisa terealisasikan dengan baik, maka mungkin para petani akan beralih ke pengrajin batu bata,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Sukoharjo Masuk Nominator Penghargaan Ini

Ia menerangkan pengerukan akan dilakukan dengan sistem flasing atau tanah dikeruk lalu dibuang ke hilir. Pengerukan itu nanti menggunakan alat yang bisa mengapung di atas air. Rencananya, sedimen yang akan dikeruk sebanyak 10.000 meter kubik.

Pengelola Dam Colo Timur  sudah sering melakukan pengerukan sedimen. Tahun lalu pihaknya menargetkan sebanyak  10.000 meter kubik sedimen yang dikeruk.

Ternyata, setelah dievaluasi mencapai 13.000 meter kubik. Tahun 2017 ini pihaknya juga menargetkan hal yang sama yakni pengerukan 10.000 meter kubik Sedimen.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN