JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Retakan Bukit Sangiran Mencemaskan, 9 KK Terancam, TPA Terpaksa Dirobohkan

Retakan Bukit Sangiran Mencemaskan, 9 KK Terancam, TPA Terpaksa Dirobohkan

120
BAGIKAN
Kondisi TPA di dekat masjid di Dukuh Sangiran, Krikilan, Kalijambe
yang terpaksa dibongkar paksa karena terus retak dan membahayakan. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Cuaca ekstrim yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mulai mengancam warga di kawasan Bukit Sangiran tepatnya di Dukuh Sangiran, Desa Krikilan, Kalijambe. Bahkan, sebanyak sembilan rumah atau kepala keluarga (KK) di dukuh tersebut dilaporkan dalam kondisi membahayakan karena tanahnya sudah ambles dan bangunannya retak-retak.

Kades Krikilan, Widodo mengungkapkan sembilan KK itu terpusat di Dukuh Sangiran RT 12. Masing-masing milik Atmo (40), Eko Sugi (45), Ari (35), Mul Wakimin (50), Harni (30), Sri (35), Sarijan (40), Mancing (40), dan Parto Semito (45). Rata-rata rumah warga itu sudah terjadi retakan dan tanahnya sudah ambles akibat pergerakan tanah yang semakin intens.

“Bahkan rumah Eko itu sudah ambles hampir setengah meter. Posisi 9 KK itu memang sangat berbahaya karena semua berada di atas bukit sedangkan tanah di bawahnya terus ambles dan longsor. Kalau tidak ditanggulangi, bisa amblas semua,” paparnya Senin (10/4/2017).

Pihaknya berharap Pemkab segera turun tangan melakukan pencegahan dengan membangun talud atau tanggul agar longsor tak semakin parah. Jika harus merelokasi, menurutnya agak sulit mengingat Pemdes tak memiliki lahan untuk itu.

Kasie Trantib Kecamatan Kalijambe, Agus Subagyo menyampaikan tak hanya 9 KK itu, pergeseran tanah juga membuat Masjid di dukuh setempat juga dalam posisi membahayakan karena tanahnya ambles dan mengakibatkan dinding mulai retak. Bahkan, akibat retakan yang semakin melebar, bangunan Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang ada di samping masjid terpaksa dirobohkan.

“Was-was Mas. Apalagi kalau hujan deras, adanya khawatir terus. Takut kalau longsor mendadak,’ ujar Eko, salah satu warga.

Kepala BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto menyampaikan dari hasil pengecekan ke lokasi Minggu (9/4/2017), menurutnya memang ada pergerakan dan retakan tanah di sepanjang jalur Dukuh Sangiran. Menurutnya sembilan KK memang sudah rawan, termasuk masjid yang juga sudah muncul retakan akibat pergeseran tanah.

Perihal desakan pembuatan tanggul, menurutnya kondisinya tidak memungkinkan. Pihaknya akan melakukan kajian khusus dengan PVMBG Bandung tentang pola pergerakan tanah di Krikilan agar bisa dicari solusinya.

“Sementara kami meminta warga sing ngati-ati dan selalu waspada jika hujan deras lama. Lokasi yang longsor sementara kami sarankan ditancapi dulu untuk menahan,” pungkasnya. Wardoyo