Rush Tabungan PNS di Sragen Capai Ratusan Juta, OJK Tunggu Proses Kepolisian

Rush Tabungan PNS di Sragen Capai Ratusan Juta, OJK Tunggu Proses Kepolisian

350
Ine Marliah (45), PNS di Dinas Sosial Sragen saat melapor ke Polres Sragen atas hilangnya tabungan di rekening Bank Jateng miliknya secara misterius, Senin (17/4/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN – Kasus pembobolan misterius terhadap rekening tabungan gaji milik pegawai Dinas Sosial (Dinsos) di Bank Jateng, terus bergulir.

Aksi penarikan tabungan PNS dikabarkan terus terjadi dan mencapai ratusan juta, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih akan menunggu proses hukum di kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini.

Kepala OJK Solo, Laksono Dwionggo mengatakan, kasus hilangnya uang di rekening nasabah, sebenarnya bukan kali pertama terjadi meski mungkin baru pertama terjadi di Sragen.

Menurutnya, karena kasus di Bank Jateng Sragen sudah dilaporkan ke pihak berwajib, OJK akan menunggu hasil dari proses hukum yang dianggap menjadi pengadil tertinggi.

Baca Juga :  Kehebohan di PMI Sragen Saat Pemeriksaan Sri Wahyuni. Banyak Yang Minta Selfie..

Fungsi mediasi yang selama ini lebih melekat di OJK, juga tidak bisa dilakukan ketika kasus itu sudah bergulir ke proses hukum. Sehingga pihaknya memilih menunggu hasil akhir proses hukum terlebih dahulu.

“Biar pengadil yang menentukan dulu. Di situ nanti kan ada proses pembuktian di pengadilan,” paparnya kepada Joglosemar, Kamis (20/4/2017).

Meski demikian, menurut Laksono, yang terpenting dari kasus itu diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Baca Juga :  Pradja Sragen Bela Perbup Penataan SOTK

Menurutnya dari sisi bank, perlu memastikan apakah itu betul-betul karena dimanfaatkan oleh sindikat yang bisa menggandakan Personal Identification Number (PIN) ATM nasabah lewat kecanggihan teknologi.

Sebab jika karena kesalahan sistem, biasanya kasusnya tidak hanya di satu nasabah saja. Kalau kebobolan akibat sistem bank, bank juga punya kewajiban mengganti dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, kasus itu juga menjadi pembelajaran kepada nasabah agar lebih menjaga privasi PIN ATM agar tidak dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

1
2
BAGIKAN