JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Opini Solo Kota Cerdas & Cagar Budaya

Solo Kota Cerdas & Cagar Budaya

86
BAGIKAN
Dok
Edy Purwo Saputro
Dosen di FEB Universitas Muhammadiyah Solo

        Lima Kepala Daerah mendapat penghargaan karena berhasil mengelola pemerintahan di era digital dan sukses menjalankan smart city. Penghargaan diserahkan di Hotel Sangri-La Jakarta pada 22 Maret 2017 sebagai bagian dari ajang Open Government Leadership Forum. Kelima kepala daerah itu Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Makasar Mohammad Ramdhan Pomanto, Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah, Walikota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Bekasi Akhmad Syaikhu.

Tantangan menjadikan kota cerdas membutuhkan komitmen dari semua pihak terutama peran SDM di daerah. Pemahaman tentang kota cerdas mengacu enam  pilar yaitu: smart governance, smart people, smart living, smart mobility, smart economy dan smart environment.

       Solo juga berkepentingan untuk bisa mewujudkan kota cerdas. Terkait ini, salah satu aspek penting yang tidak bisa diabaikan adalah menjadikan Solo sebagai Kota Cerdas yang peduli cagar budaya karena cagar budaya adalah salah satu warisan yang memiliki ciri khas – unik sehingga menjadi pembeda lainnya.

Oleh karena itu, membangun Kota Cerdas menjadi penting yang tidak hanya terkait kualitas hidup dan kehidupan, tetapi juga urgensi menjadikan Kota Layak Huni dengan harmoni kehidupan yang heterogen. Komitmen ini adalah konsekuensi dari migrasi. Padahal, salah satu persoalan mendasar dari migrasi yaitu ketersediaan permukiman dan perumahan. Hal ini kemudian menjadi ancaman terhadap cagar budaya di perkotaan dan Solo tidak bisa mengelak dari hal ini.