Stasiun Balapan ke Bandara Adi Soemarmo Hanya 15 Menit, Seperti Ini Rencananya

Stasiun Balapan ke Bandara Adi Soemarmo Hanya 15 Menit, Seperti Ini Rencananya

312
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA 221 tujuan Jakarta bersiap melakukan take off di Bandara Adi Sumarmo, Boyolali.

JAKARTA—Harapan masyarakat Solo untuk memiliki angkutan publik yang terintegrasi pada tahun 2018 akan segera terwujud. Pasalnya, hari ini, Sabtu (8/4/2017), pemerintah akan memulai pembangunan Kereta Bandara Adi Soemarmo.

“Beberapa kali saya hadir ke Solo untuk memastikan pembangunan kereta Bandara Adi Soemarmo dapat segera dilakukan. Bapak Presiden Jokowi hadir dalam rangka pencanangan pembangunan perkeretaapian akses Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo. Diharapkan pada akhir 2018, masyarakat Solo dan sekitarnya sudah dapat menikmati pelayanan kereta bandara,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Pembangunan kereta Bandara Adi Soemarmo dilakukan oleh konsorsium dari tiga perusahaan, yaitu PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Angkasa Pura 1 (AP 1), dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Kereta bandara sepanjang 13,5 km ini akan menghubungkan mulai dari Stasiun Solo Balapan di Kota Solo hingga Bandara Adi Soemarmo yang masuk wilayah Boyolali. Dengan menggunakan kereta bandara ini, nantinya jarak tempuh dari Stasiun Solo Balapan ke Bandara Adi Sumarmo hanya sekitar 15 menit saja.

Masyarakat dari Yogyakarta juga bisa merasakan manfaat dari kereta bandara ini. Masyarakat dari Yogyakarta yang akan menuju Bandara Adi Soemarmo hanya butuh waktu sekitar 1 jam 11 menit. Dengan rute Stasiun Yogyakarta—Stasiun Maguwo—Stasiun Solo Balapan—Bandara Adi Soemarmo sejauh 72,7 km.

“Tentunya dengan menggunakan kereta, waktu tempuh menjadi lebih efisien dibanding menggunakan kendaraan mobil yang bisa menempuh waktu lebih dari dua jam dari Yogyakarta ke Solo,” ujar Budi.

Baca Juga :  Hari Ini Puncak Arus Mudik, Awas Macet di Pintu Tol Solo-Kertosono

“Kehadiran kereta bandara ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan integrasi antar moda angkutan publik dan memenuhi kebutuhan mobilisasi masyarakat, dan menciptakan sarana transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu,” tambahnya.

Adapun beberapa tahapan kegiatan pembangunan kereta Bandara Adi Soemarmo yaitu, pertama penetapan trase yang telah dilakukan Kemenhub dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmen) No KP 406 Tahun 2017 pada 6 April 2017.

Kepmen tersebut menjadi acuan dalam melaksanakan beberapa tahapan selanjutnya, antara lain penyusunan kajian dokumen lingkungan hidup dan pengajuan permohonan izin lingkungan, penyusunan kajian teknis jalur kereta yang lebih rinci, serta perencanaan pengadaan tanah dan pengajuan permohonan penerbitan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) oleh Gubernur Jateng.

Tahapan lainnya yaitu penetapan lokasi trase yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jateng; Detail Engineering Design (DED); kajian lingkungan yang dilakukan PT KAI dan PT AP 1; serta sosialisasi, pembebasan lahan, dan pelaksanaan fisik oleh Ditjen Perkeretaapian Kemenhub pada tahun anggaran 2017 dan 2018.

Pembangunan jalur kereta bandara terdiri dari dua segmen, yaitu segmen satu mulai dari Stasiun Solo Balapan hingga Stasiun Solo Balapan Baru sepanjang 3,5 km yang merupakan jalur KA eksisting (Solo-Gundih).

Kemudian, segmen dua dimulai dari Stasiun Solo Balapan Baru (pada Km 104+400) hingga Bandara Adi Soemarmo sepanjang 10 km yang akan dibangun jalur KA baru.

“Saya meminta semua pihak agar melakukan setiap tahapan proses pembangunan sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari yang dapat menghambat penyelesaian pembangunan kereta bandara ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Mercedes-Benz Owner Community (MOC) Indonesia Peduli dan Berbagi di Bulan Suci

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso menuturkan, pembangunan kereta bandara juga untuk menghubungkan Bandara Adi Soemarmo dengan Bandara Adi Soecipto Yogyakarta. “Kedua bandara itu berpotensi dihubungkan menjadi airport city karena berjarak sekitar 50 kilometer,” ujar Agus.

Konsep penggabungan dua bandara itu, kata Agus, dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik.

Selain itu, kedua bandara itu akan mengefektifkan pergerakan penumpang antar moda transportasi kereta dan bus bagi Kota Solo terhubung langsung dari Stasiun Kereta Api Solo dengan Stasiun Solo Balapan dan Terminal Tirtonadi.

Tercatat data arus lalu lintas pesawat udara domestik di Bandara Adi Soemarmo untuk kedatangan yaitu 1.058.626 penumpang atau naik 49 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk keberangkatan mencapai 1.051.295 penumpang atau meningkat 47 persen dari periode tahun sebelumnya.

Saat ini, Bandara Adi Soemarmo dilengkapi beberapa fasilitas yaitu apron dengan luas 420 x 135 meter dan parking stand yang dapat menampung 10 pesawat.

Bandara tersebut juga memiliki runway seluas 2.600 x 45 meter yang akan diperpanjang menjadi 3.000 x 45 meter dengan terminal seluas 13.000 meter persegi dengan kapasitas 1.525.013 penumpang per tahun. Bandara juga akan dilengkapi tempat parkir mobil yang dapat menumpang 29.000 meter persegi dengan kapasitas 330 kendaraan.

Tribunnews | Antara | Garudea Prabawati

BAGIKAN