Terhubung Tiga Kawasan, Pemkot Matangkan Konsep Penataan Pasar Gede

Terhubung Tiga Kawasan, Pemkot Matangkan Konsep Penataan Pasar Gede

63
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
HUT 87 PASAR GEDE – Pedagang dan warga mengikuti kirab tumpeng “Kembul Agung” memperingati HUT Ke-87 Pasar Gede di Solo, Kamis (12/1). Pasar yang dibangun pada 1930 oleh arsitek Belanda Herman Thomas Karsten atas perintah Paku Buwono X tersebut hingga saat ini masih menjadi salah satu pusat perekonomian di Kota Solo.

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta kembali akan melanjutkan penataan Pasar Gede. Dalam penataannya nanti Pasar Gede akan diintegrasikan dengan tiga kawasan, yakni kawasan Jenderal Sudirman, Kawasan Jalan Mayor Kusmanto (Benteng Vastenburg) dan Kawasan Balong (Sudiroprajan).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo mengatakan untuk konsepnya akan mengembalikan Pasar Gede sebagai ikon pusat perdagangan yang berkhazanah dengan budaya. Saat ini tengah disusun desain perancanaan penataan yang  terintegrasi dengan tiga kawasan.

Ia mengatakan untuk pasar sisi timur yang saat ini belum tertata, lanjut dia, nantinya tidak hanya menjual produknya tapi juga sebagai representasi dari budaya kota Solo.

“Konsep sedang kita susun dan secepatnya diharapkan selesai. Nanti akan di tambah pernak pernik sebagai pasar budaya, untuk sisi timur itu sejauh ini belum tersentuh penataan,” kata dia kepada wartawan, Selasa (11/4/2017).

Baca Juga :  Realisasi Jembatan Kembar Dipertanyakan

Lebih lanjut Subagiyo mengatakan penataan tidak hanya menyasar bagian dalam pasar, tetapi juga luar. Di mana akan ditata ulang sesuai dengan konsep awal, yakni akulturasi budaya China dan Jawa.

“Penataan itu nanti meliputi tempat parkir, lalu lintas, loading sampai vegetasi yang ada. Untuk penataan ini Pemkot akan menggandeng perusahaan lewat dana corporate social responsibility (CSR),” terang dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan PR) Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari menyatakan rencana penataan koridor Gladag sampai Tugu Pamandengan sedang dimatangkan. Nantinya di kawasan tersebut akan di konsep menjadi plaza untuk tempat pertunjukan seni dan budaya.

Baca Juga :  Tak Terawat dan Terlihat Kumuh, Pemkot Susun Konsep Restorasi Parit Benteng Vastenburg

“Kawasan itu nanti akan kita percantik dan menjadi pusar keramaian kota. Bahkan masyarakat bisa menggelar kegiatan budaya di kawasan tersebut, itu nanti akan memperkuat keberadaan tugu sebagai titik sentral kawasan segitiga, yakni Benteng Vasternburg, Keraton Kasunanan dan Pasar Gede,” paparnya.

Sementara itu Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menyatakan pagar Balaikota nanti akan dibongkar untuk mendukung kawasan tersebut sebagai area publik. Dengan pembongkaran ini nantinya kawasan Pasar Gede bisa langsung dilihat dari Balaikota atau sebaliknya.

”Penataan kawasan Jensud sampai Tugu Pamandengan juga akan ditata termasuk depan Balaikota dengan membongkar pagar depan,” pungkasnya.

#Ari Welianto

BAGIKAN