JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Terjerat Kasus Perjudian Dadu, Kabid Disperindag Divonis Tiga Bulan

Terjerat Kasus Perjudian Dadu, Kabid Disperindag Divonis Tiga Bulan

217
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN – Kabid di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen berinisial SAN (50) divonis tiga bulan penjara atas kasus perjudian dadu bersama rombongannya di Desa Singopadu, akhir 2016 silam.

Vonis tersebut dua bulan lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni lima bulan penjara. Vonis itu disampaikan Kajari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Umum, Dananjaya Widi Harsono, Minggu (9/4/2017).

Kepada Joglosemar, ia mengatakan vonis untuk mereka diputuskan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, beberapa hari lalu.

Dalam amar putusannya, majelis menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana perjudian yang diatur dalam pasal 303 KUHP.

Namun, majelis menilai terdakwa hanya turut serta, sehingga hanya divonis tiga bulan penjara. Vonis ringan itu juga didasarkan pertimbangan sikap terdakwa yang kooperatif, belum pernah menjalani hukuman, tidak berbelit-belit, mengakui dan menyesali perbuatannya.

“Vonisnya tiga bulan penjara. Lebih ringan dari tuntutan jaksa lima bulan penjara. Pertimbangannya dia hanya ikut serta bukan sebagai bandarnya. Pengakuannya dia hanya iseng, ada yang ajak judi, lalu dia mau,” papar Danan.

Meski hanya iseng, perbuatan yang dilakukan oleh SAN sangat disayangkan. Ia berharap kasus tersebut bisa menjadi pembelajaran bahwa tidak seharusnya seorang abdi negara melakukan perbuatan pidana yang bisa merusak citra PNS dan memberi teladan tidak baik kepada masyarakat.

“Apalagi terdakwa ini tingkat pendidikannya juga tinggi. Rata-rata dia dan beberapa teman berjudinya itu gelarnya sarjana,” tukasnya.

Sementara, atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima. Sedangkan untuk berkas satu terdakwa terakhir yang juga berstatus PNS, yakni Sukirdi (55), guru SDN Sepat 4, Masaran, menurut Danan saat ini masih dalam tahap penelitian.

Vonis SAN melengkapi enam tersangka sebelumnya yang juga sudah divonis. Masing-masing Kadus Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Darno (44), bersama empat koleganya termasuk mantan Kadus Jetak, Suprapto (44), diganjar hukuman 3 bulan penjara.

Sedangkan sang bandar, Sukidi (50) warga Ngrangging, Singopadu, diganjar hukuman satu bulan lebih berat.

Wardoyo